GKPI Bandung

Visi:GKPI sebagai Persekutuan Rohani dan Agen Perubahan/Pembaharuan.
Misi:GKPI sebagai tubuh Kristus, menjalankan sungguh-sungguh Tri Tugas Panggilan (Apostolat, Pastorat dan Diakonat).


Wednesday, 23 May 2018


Khotbah Minggu 20 Mei 2018 Pentakosta
KisahRas 10: 44-48. Roh Kudus Di Curahkan utk Semua Bangsa

“Yesus cinta semua bangsa, semua bangsa di dunia, kuning, putih dan hitam, semua di cinta Tuhan, Yesus cinta semua bangsa di dunia..” Lirik lagu yang sederhana ini, kembali mengingatkan kita akan makna cinta Tuhan yang universal. Tidak membedakan bangsa, warna kulit, bahasa atau perbedaan lainnya. Semua orang sama di hadapan Tuhan dan kepada siapa pun kabar keselamatan harus dinyatakan dan disaksikan. Tidak ada perbedaan di hadapan Tuhan, menjadi sebuah pemahaman yang akan mendorong kita untuk lebih mengasihi sesama dan mewartakan cinta kasih Tuhan yang telah kita nikmati. Namun, dalam kenyataan hidup sering kali manusia terjebak dalam sikap pengkotak-kotakan, pemisahan berdasarkan kepentingan masing-masing pribadi atau kelompok. Sehingga tanpa disadari kekristenan dan gereja pun dapat terancam sikap tertutup melakukan misi Kristus, yakni beritakan Injil sampai ke ujung dunia. Bagaimana Firman Tuhan menyaksikannya bagi kita dan memampukan untuk melakukannya?Kisah Para Rasul menjadi rangkaian kesaksian bagaimana Roh Kudus yang diutus Tuhan menjadi penolong bagi manusia, bekerja di atas orang-orang yang percaya. Jemaat mula-mula terdiri dari orang-orang yang melihat langsung sebagai saksi karya Yesus di dunia dan ada pula yang mendengar lalu percaya sehingga mereka menjadi pengikut Kristus. Tugas orang yang percaya, tidak hanya mendengar tetapi juga memperdengarkan kabar keselamatan tersebut. Tentunya hal ini tidak mudah dilakukan. Kita mengingat bagaimana para murid Yesus saat pertama kali melihat Yesus telah mati di kayu salib? Tentu pada awalnya mereka menjadi takut dan gentar. Tantangan memberitakan kabar keselamatan datang dari dalam dan luar diri sendiri. Termasuk pembatasan sosial antara Yahudi dan bukan Yahudi menjadi salah satu tantangan pada saat itu.Ketika Roh Kudus yang dijanjikan Tuhan turun ke atas mereka pada hari Pentakosta (Kis 2), hal berbeda mulai terlihat. Para murid yang berkumpul di Yerusalem mulai menyaksikan tentang karya Allah yang tidak hanya dimengerti orang Yahudi. Melalui khotbah Petrus, banyak orang yang memberi diri untuk bertobat dan dibabtis. Perjalanan pemberitaan Injil menyaksikan Roh Kudus bekerja melalui orang percaya dan dalam kehidupan jemaat mula-mula yang menembus tembok-tembok pemisah. Roh Kudus memakai banyak orang dari berbagai suku bangsa untuk turut menyaksikan kabar keselamatan.Kisah Para Rasul 10 mencatatkan tentang Injil yang diberitakan kepada bangsa lain, bukan Yahudi. Kornelius merupakan seorang perwira Romawi di Kaisarea yang mendapat penglihatan dari Tuhan (Kis 10:1-8). Kornelius dan seisi rumahnya taat kepada Allah dalam doa dan persembahan. Tuhan memerintahkannya untuk pergi ke Yope dan menjemput Simon Petrus. Sebelum mereka bertemu, Tuhan juga memberikan Petrus penglihatan hingga tiga kali, tentang perintah Allah memakan apa yang selama ini dianggap makanan haram bagi orang Yahudi (Kis 10:9-16). Hal ini memberikan pengertian kepada Petrus bahwa pemberitaan keselamatan dari Tuhan dibukakan bagi semua orang, tidak hanya orang Yahudi (menentang larangan seorang Yahudi bergaul dengan orang yang bukan Yahudi).
Allah tidak membeda-bedakan orang yang mau percaya dan melakukan FirmanNya. Pada saat itu orang-orang percaya yang berkumpul di rumah Kornelius menerima karunia Roh Kudus. Roh Kudus yang dicurahkan bagi bangsa-bangsa lain juga menjadi saksi bahwa semua orang yang membuka hati menerima Tuhan akan menyaksikan kemuliaanNya (ay 44-46). Setelah menerima curahan Roh Kudus dan babtisan, mereka meminta Petrus untuk tinggal beberapa hari lagi dan menyampaikan pengajaran tentang Kristus.
Tantangan yang kita hadapi sebagai orang percaya yang mau setia melakukan dan memberitakan Injil, akan menjadikan doa sebagai kekuatan kita. Invocatio (Kolose 4:2) merupakan peneguhan bahwa doa akan menguatkan hati kita agar semakin berserah kepada Tuhan dalam pujian dan persembahan. Roh Kudus memampukan kita juga bersekutu dan saling menopang di dalamNya sehingga kesaksian hidup orang yang berdoa dan melakukan, akan menjadi kekuatan pemberitaan Firman. Hal yang harus kita lakukan adalah:
Bertekunlah dalam doa. Sebab di dalam doa, Tuhan akan berbicara tentang apa yang harus kita lakukan sebagai orang percaya.
Memberitakan keselamatan. Sikap hidup yang berdoa dan bersaksi akan menjadi pemberitaan Firman yang hidup. Oleh sebab itu lakukan Firman dalam sikap hidup kita sebagai orang percaya.
Doakan dan beritakan kepada semua orang. Persekutuan dalam doa dan pemberitaan Firman akan menjangkau banyak orang. Karena kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan Roh Kudus memampukan dan tidak akan diam, melainkan bekerja menggerakkan hati banyak orang.
Keselamatan dari Tuhan melalui Kristus, tidak tertutup bagi beberapa orang saja, melainkan harus dinyatakan kepada semua orang. Dalam minggu ini kita semakin dikuatkan untuk membawa setiap doa dan pergumulan pribadi dan pemberitaan Injil bagi banyak orang, dalam namaNya. Karena sungguh besar kuasanya doa menyatakan keselamatan bagi semua orang, tanpa perbedaan dihadapanNya. Amin.
Karya Roh dalam Kehidupan Umat
Janji Tuhan Yesus kepada para murid dan umat percaya bilamana Ia wafat dan naik ke surga adalah akan mengutus Parakletos, yaitu Roh Kudus. Di Yohanes 14:17-26, dan Yohanes 16: 13-14 Roh Kudus yang diutus oleh Kristus akan berkarya:
1.Ia akan menyertai mereka senantiasa (Yoh. 14:16)
2.Ia akan tinggal di dalam diri mereka (Yoh. 14:17).
3.Kehadiran-Nya tidak dapat dilihat oleh dunia (Yoh. 14:17).
4.Ia akan mengajar mereka segala sesuatu (Yoh. 14:26).
5.Ia akan membantu mereka untuk mengingat semua hal yang telah diajarkan Yesus (Yoh. 14:26).
6.Ia akan memimpin mereka dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:13).
7.Ia akan memuliakan Kristus (Yoh. 16:14).
Alkitab mengajar kita bahwa Roh Kudus dapat menginsafkan kita akan dosa. Dan hanya melalui pekerjaan roh Kudus saja, kita dapat dilahirkan kembali dan dijadikan 'manusia baru'. Dengan pertolongan Roh Kudus kita kita menanggalkan dan mematikan 'manusia lama' yang ada dalam diri kita. Peranan Roh Kudus dalam kehidupan kita, rumah tangga dan pekerjaan kita membuat kita betul-betul mengikuti petunjuk-petunjuk Firman Tuhan untuk menyenangkan hati Tuhan dan sesama.
Melalui cara kerja Roh yang semakin meluas, menjadi sebuah kesaksian yang hidup bagi Petrus dan teman sebangsanya, bahwa setiap yang percaya pada Nama Tuhan akan menerima pengampunan dan keselamatan penuh. Roh Kudus mendorong setiap orang percaya bersaksi tentang Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ada panggilan kudus untuk bersaksi dan dorongan untuk menyaksikan Yesus tanpa takut. Petrus dengan penuh keberanian bersaksi tentang Yesus meskipun dia harus menentang eksklusivisme bangsanya, bahkan dalam tekanan apapun tidak ada yang menghalangi orang percaya menyaksikan perkerjaan Tuhan, oleh karena dorongan Roh Kudus.
Kornelius tidak mempunyai metode membujuk hati Allah supaya dia dan sahabatnya diterima sebagai bagian dari penerima anugerah Tuhan, melainkan Allah sendiri yang bertindak memberi kasih karunia. Perbuatan baik manusia tidak pernah dapat menyelamatkan dirinya, tetapi iman pada Allah otomatis membuat manusia berbuat baik, karena perbuatanNya ditujukan pada Tuhan bukan pada manusia. itulah yang disaksikan Petrus, keuniversalitasan Allah dalam Roh Kudus.
Ketulusan kita sebagai umat membuat orang lain terbuka menerima keberadaan kita, meskipun kita memliki latar belakan yang berbeda. Ketulusan Kornelius mempercayai Tuhan dan ketulusannya berbuat baik pada sesama, membuat Petrus dan orang Yahudi yang bersunat tidak ada alasan menolaknya, sebaliknya menganjurkan agar mereka dibaptis dalam Nama Yesus Kristus. Kornelius telah menjadi Israel baru, yang diperbaharui oleh Tuhan sehingga bagi Petrus, dia bukan orang asing tetapi sesama umat Allah. Kornelius dan orang yang ada di rumahnya telah memperlihatkan hidup yang dikuasai Roh, di mana di tengah persekutuan itu terdengar dari antara mereka puji-pujian dan bahasa Roh.
Roh sangat berkuasa mempengaruhi cara pandang kita terhadap orang lain dalam membangun persekutuan yang baik dan hidup. Dengan Roh Tuhan kita dapat memahami kekurangan orang lain, sebab Roh membuat kita sekarakter dengan Yesus. Dalam bahasa Yunani karakter berarti cap atau stempel, maka dengan pemenuhan Roh dalam diri manusia, manusia dapat menjadi stempel kristus di dunia. Kristus yang terbuka kepada semua orang mewariskan sikap yang sama pada capNya. Karena adalah sumber pengertian (Yesaya 40, 12-14).
Roh (Nus) daya berpikir. Bila Roh Allah ada dalamku, maka Roh itu akan menuntun kita merancang masa depan, memberi daya pikir untuk memahai kehidupan bersama. Dengan Kuasa Roh Kudus kita dimampukan Memuliakan Allah Bapa. Sebab Tuhan yang turun ke dunia ini, atas semua umatNya adalah Roh pemersatu, Roh yang mengikat satu dengan lain dalam persekutuan yang kudus dan am. Amen





Khotbah Minggu 27 Mei 2018 POUK KP
Thema 2018: Enlarged-Diperbesar
Elevate to Greatness:Tingkatkan ke kebesaran
Menjadi Abdi Bukan Priyayi
Thema Minggu 1: Gereja dan Kerajaan Allah Mat 6:10. 2. Surga yg Dijanjikan Joh 14:1-4. 3. Berilah Dirimu Utk Dimuridkan (Kenaikan Mat. 28:19-20). 4. Menjalin Kasih Persaudaraan Rom 12:9-15. 5. Menjadi Abdi Bukan Priyayi.
Galatia 1:6-10
“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” (Gal 1:10)
Hamba Tuhan atau Hamba Manusia?
Dimasa Indonesia dibawah raja-raja feodal, Para Pegawai atau Petugas di Kerajaan mereka disebut sebagai "kaum priyayi atau abdi dalem." Sedangkan dimasa penjajahan Belanda disebut “kaum ambtenaar," dan setelah Indonesia merdeka disebut "Pegawai Negeri."Namunsetelah Indonesia merdeka mereka disebut "abdi negara." Kendati secara formal disebut "Pegawai Negeri" (sipil dan mili­ter).Selain itu dikenal sebutan "Pamong Praja," yang diambil dari bahasa Sansekerta yang kurang lebih bermakna "pengasuh pemerin­tahan".Sedang dalam ilmu-ilmu sosial dan politik,lazimnya disebut sebagai "kaum birokrat". Dari istilah ini, tentu sudah tergambar, faktor apa yang menjadi landasan kekuatan serta kekuasaan politik yang mereka miliki.Priyayi juga merupakan kelas sosial yang memilikikeyakinan dan nilai-nilai khusus dan berada diantara raja serta para bendara di satu pihak dan tiyang alit dilain pihak. Priyayi juga merupakan salah satu unsur elit yang memerintah, karena elit ini terdiri dari dua yaitu aristokrsi berdasarkan keturunan dan aristokrasi berdasarkan jabatan.
Jika kita ditanya, apakah kita ini lebih taat kepada Tuhan atau kepada manusia? Pasti kita akan menjawab, “Ya pastilah kita pasti lebih taat kepada Tuhan”. Tetapi coba kita tanya, sejauh apa kita lebih taat kepada Tuhan, kepada Injil dan kebenaran Firman Tuhan daripada taat kepada manusia dan kepada ajaran-ajaran manusia. Contoh paling gampang saja, ketika kita bangun tidur, apakah yang pertama kali kita lakukan? Apakah kita akan berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan lalu kemudian membaca Firman Tuhan, ataukah ketika bangun kita langsung menyalakan televisi, mencari berita atau membaca surat kabar? ( Kpd Ibu saya katakan Seb. Kaki mu menginjak  lantai Berdoa dulu Baca Alkitab, lalu mengirim Fir Tuhan ke 300 org/baik Group/Perorangan)
Jika kita membaca kitab Galatia yang ditulis oleh Rasul Paulus, maka kita akan tahu betapa Rasul Paulus bersikap sangat keras kepada jemaat Galatia. Hal ini terlihat dari banyaknya tanda seru yang ada di kitab ini. Apa yang menyebabkan Paulus begitu “marah” kepada jemaat Galatia? Salah satu hal adalah karena jemaat Galatia yang sudah mendengar Injil yang disampaikan oleh Paulus dan hamba-hamba Tuhan yang lain, ternyata q          `begitu mudah berbalik dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan injil, melainkan ajaran yang memutarbalikkan Injil Kristus yang sebenarnya (ay. 6-7). Begitu kesalnya Paulus terhadap sikap dan perilaku jemaat Galilea sehingga muncul kalimat dari Paulus yang mengatakan bahwa andaikata ada orang ataupun malaikat yang menyampaikan injil yang menyesatkan, maka orang itu maupun malaikat itu akan terkutuk (ay. 8). Hal ini pun dikatakan sampai dua kali (ay. 9), yang berarti penekanan yang sangat penting.Apa maksud Paulus dengan mengatakan seperti itu? Paulus ingin mengatakan bahwa walaupun ia memiliki hak untuk menyampaikan Injil, tetapi Paulus pun lebih suka menyampaikan Injil yang benar walaupun keras daripada “injil” yang palsu, yang membuat jemaat lebih senang. Hal itu pun terlihat pada ayat selanjutnya, yaitu Paulus menekankan mana yang ia pilih, apakah ia lebih memilih kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Apakah ia lebih memilih berkenan kepada manusia atau berkenan kepada Allah? (ay. 10).
Paulus sadar, bahwa sebagai Abdi Allah /hamba Tuhan, terlebih sebagai hamba Tuhan yang menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, sudah seharusnya Paulus lebih mementingkan apa yang Tuhan mau, bukan apa yang jemaat mau. Paulus adalah hamba Tuhan yang tegas, yang tidak kompromi. Jika jemaat telah melakukan yang benar, Paulus pun tidak segan-segan memuji. Tetapi jika jemaat melakukan hal yang salah, maka Paulus pun tidak segan-segan menegur, bahkan menggunakan kata atau kalimat yang keras. Paulus bisa saja menyampaikan Firman Tuhan yang “enak”, yang menyenangkan hati jemaat, yang membuat Paulus bisa mendapatkan banyak jemaat dan tidak akan takut untuk kehilangan jemaat. Tetapi Paulus tidak mau mengatakan demikian, bagi Paulus lebih baik ia menyampaikan Firman Tuhan (Injil) yang sesungguhnya dengan risiko ada beberapa jemaat (yang belum dewasa) meninggalkan dirinya.
Adakah kita yang saat ini menjadi hamba-hamba Tuhan? Sudahkah kita lebih berkenan kepada Tuhan daripada kepada manusia?
Sayangnya, jika kita mau jujur, masih cukup banyak orang yang mengaku hamba Tuhan tetapi kadang-kadang masih takut melakukan apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Hamba-hamba Tuhan ini masih takut kehilangan jemaat, sehingga agar jemaat tidak hilang dan pindah ke gereja lain, mereka memberi jatah pelayanan kepada orang-orang yang sesungguhnya belum siap. Mereka memberikan jabatan sebagai pengurus gereja atau sebagai pelayan gereja. Atau mungkin ada hamba Tuhan yang memberikan “perlakuan khusus” kepada jemaat-jemaat yang kaya, yang selama ini menjadi “sumber dana” bagi gereja dan hamba Tuhan itu sendiri.
Bagi kita yang adalah hamba Tuhan, mari kita instropeksi diri kita sendiri, apakah kita sudah sungguh-sungguh melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan. Justru karena posisi kita adalah hamba Tuhan, kita harus jauh lebih taat kepada Tuhan. Tuhanlah yang empunya jemaat, jadi seharusnya kita tidak perlu takut kehilangan jemaat atau kekurangan persembahan dari jemaat, karena jika kita benar-benar menyampaikan Injil yang benar, pasti Tuhan juga akan mengirim jemaat dan berkat Tuhan. Jika kita yang belum menjadi hamba Tuhan, sudahkah kita juga mengikuti Injil yang benar, yang mungkin kadang-kadang berat dan sulit untuk dilakukan?
Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil."  Galatia 1:6-7

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Galatia karena ia mendengar ada guru-guru palsu yang menanamkan ajaran sesat atau  'injil lain'  ke tengah-tengah jemaat.  Mereka dengan sengaja menghasut jemaat agar menolak ajaran kebenaran yang disampaikan Paulus dan melawan dia dengan mempertanyakan status kerasulannya.  Itulah sebabnya di awal suratnya rasul Paulus menegaskan bahwa dirinya adalah  "...seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,"  (ayat 1). Disebut  'injil lain'  karena ajaran yang disampaikan guru-guru palsu tersebut telah menyimpang dari esensi Injil sejati yang menegaskan bahwa manusia dibenarkan melalui iman kepada Yesus Kristus.  "Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus."  (Galatia 2:16).  Sementara guru-guru palsu mengajarkan bahwa keselamatan dapat diperoleh bukan hanya melalui iman kepada Kristus saja, tapi perlu ditambahi dengan menaati hukum taurat, melakukan tradisi Yahudi dan juga merayakan hari-hari raya.  Semua ajaran atau gagasan yang bersumber dari pikiran manusia, agama dan juga tradisi tidak bisa dicampuradukkan dengan isi Injil yang sejati.  Jika hal itu dikompromikan sama artinya memutarbalikkan Injil Kristus.  "Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia."  (Galatia 1:8-9). Terkutuk berarti berada di bawah hukuman Allah atau akan dimurkai Allah.  Karena hasutan guru-guru palsu, keyakinan jemaat di Galatia terhadap Injil Kristus menjadi goyah dan mereka pun melakukan tindakan kompromi.
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu:"  Efesus 2:8-9




SUSUNAN ACARA
DAN
TATA IBADAH UCAPAN SYUKUR

ULANG TAHUN KE-70
(21 Mei 1948 21 Mei 2018)

Komjen Pol. (Pur) drs. Posma L. Tobing (Op. Meira)


Selasa 29 Mei 2018
Pearl Chinese Restaurant
Hotel JW Marriott
Mega Kuningan Jakarta Selatan



PRAKATA

Shalom,
            Dengan penuh rasa bahagia, kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan kasih karuniaNya yang telah diberikan kepada bapa, ompung, amang simatua, kami tercinta, berupa Anugerah umur panjang dan kesehatan yang dilalui dengan berbagai mujijat, sehingga sampai hari ini kami dapat merayakan ulang tahunnya yang ke-70. Kami boleh melihat dan merasakan betapa berlimpahnya kasih dan anugerah Kristus kepada bapak, simatua dan ompung  kami, yang semuanya itu hanya karena kemurahanNya saja. Untuk itulah kami anak, boru dan cucu serta hela dan parumaen mengadakan kebaktian ucapan syukur ini.

            Dalam kehidupannya sehari-hari,bapak kami ini banyak mengalami suka dan duka, khususnya sakit penyakit namun semuanya itu dapat dilaluinya dengan penuh penyerahan kepada Tuhan, sehingga Tuhan memberinya kekuatan dan memelihara kehidupannya.

            Selanjutnya kami memohon, agar bapak yang sangat kami cintai ini diberikan lagi umur panjang, kesehatan, damai sejahtera serta suka cita dari Tuhan Yesus Kristus, agar di masa yang akan datang bapak kami masih dapat memimpin serta memberikan nasihat kepada kami keturunannya. Seperti dalam bahasa Batak disebut :

“SAI PENGGENG SAUR MATUA MA AMA NAMI ON PA IHUT-IHUT DOHOT MANIROI HAMI ANGKA PINOMPARNA“

            Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak, Ibu, Saudara, Saudari sekalian yang kami hormati. Atas doa restu dan kehadirannya pada acara kebaktian, perayaan syukur ini, serta memohon maaf bila ada kekurangan kami dalam menyambut kehadiran Bapak, ibu sekalian.

            Tuhan Yesus memberkati.




SUSUNAN ACARA UCAPAN SYUKUR

1. Ucapan  ’selamat datang’ dan ’terima kasih’  : pihak keluarga
2. Kebaktian ucapan syukur:            
                                          Khotbah  : Pdt. Rosevelt. H.L. Tobing, S.Th.MA
                                          Doa Syafaat            : Dari Pihak Manullang
                                                                         

3. ACARA ULANG TAHUN                              : dipimpin oleh
      - Menyanyikan “Selamat Ulang Tahun”
      - Tiup lilin dan pemotongan kue ULTAH
      - Persembahan lagu

4. Makan siang                                                : doa oleh “ Pihak Tobing

5. Ucapan Selamat Ulang Tahun                    :
            (Mandok Hata)                                          
6. Ungkapan terimakasih dan syukur             : dari yang berjubelium

7. Ramah tamah

8. Penutup

KEBAKTIAN UCAPAN SYUKUR

Tema : The Miracle Of 70 th Birthday
Nas    : Mazmur 90 : 10; Ibrani 13:8


1.   Pembukaan         : Protokol

2.   Bernyanyi            : Bapa Engkau Sungguh Baik             

                                          Bapa Engkau sungguh baik
                                          Kasih Mu melimpah di hidup ku
                                          Bapa ku berterima kasih
                                          Berkat Mu hari ini yang
                                          Kau sediakan bagi ku
                                          Ku naikkan syukur ku buat hari yang Kau b’ri
                                          Tak habis-habisnya kasih dan rahmat Mu
                                          Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolongan Mu
                                          Besar setia Mu di sepanjang hidup ku

3. Doa Pembukaan : Pendeta

4.   VG / PS               : Oleh :  keluarga

5. Mari bermazmur   : MAZMUR 90 : 1 – 17

LITURGI : 1 Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.
2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
3  Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"
JUBELIUM :
4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
5 Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
6 di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
KAUM PEREMPUAN :
7 Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut.
8 Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.
9 Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.
JUBELIUM  :
10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
11 Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu?
12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
KAUM PRIA :
13 Kembalilah, ya TUHAN -- berapa lama lagi? -- dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
14 Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
15 Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.
SEMUA  :
16 Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu, dan semarak-Mu kepada anak-anak mereka.
17 Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

LITURGI : “Berbahagialah orang-orang yang yang mendengar Firman Tuhan, yang menghayati serta mengamalkannya”

JEMAAT :  Amin

6. Bernyanyi             : “Seperti Rusa

S'perti rusa rindu sungai-Mu, jiwaku rindu Engkau,
Kaulah Tuhan hasrat hatiku, kurindu menyembah-Mu.
Engkau kekuatan dan perisaiku, kepada-Mu rohku berserah,
Kaulah Tuhan hasrat hatiku, kurindu menyembah-Mu.
Yesus, Yesus, Kau berarti bagiku,
Yesus, Yesus, Kau segalanya bagiku.

                                                                   
  1. pembacaan anak-anak                                                        (berdiri)
hari ini kita semua keluarga berkumpul bersama, mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang Maha Kuasa dan Maha baik itu.
Kami semua anak-anak Papa dan Mama, mengucapkan: Selamat hari ulang tahun bagimu o..papa tersayang semoga panjang umur bahagia hidupmu Tuhan senantiasa bersertamu.
Genap usiamu 70 tahun papa biarlah Tuhan mendengarkan segala doamu dan kerinduanmu untuk kami semua anak-anakmu.
Jangan ragu dan jangan bimbang dalam hidupmu di dunia ini, Yesus bersamamu, Yesus penolongmu o…papa tersayang, didalam menjalani hidup yang diberikan-Nya, walaupun Papa harus berlelah , tetapi Tuhan sugguh baik menyertaimu sampai usia 70 tahun.
Biarlah kami anak-anakmu hidup rukun dan semakin bersatu agar kebahagianmu semakin bertambah hingga kita senantiasa hidup di dalam kasih mengasihi dan teruslah berdoa untuk kami anak-anakmu. Agar kami rukun ditengah keluarga kami dan kami mampu untuk mendidik anak-anak kami. 
     8. Bernyanyi                : KJ. No. 438 : 1 -3 “APAPUN JUGA MENIMPAMU“

1.   Apapun juga menimpamu, Tuhan menjagamu.
Naungan kasihNya pelindungmu, Tuhan menjagamu.
Refrein:
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.
2.   Bila menanggung beban berat, Tuhan menjagamu.
Masa depanmu kelam pekat? Tuhan menjagamu.
Refrein:
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu
3.   DipeliharaNya hidupmu; Tuhan menjagamu
dan didengarkanNya doamu: Tuhan menjagamu.
Refrein:
Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu


  1.  KHOTBAH                :  Pdt. R.H.L. Tobing, sth.ma

      10..  VG / PS                       :
      11. . Bernyanyi                   : BE 213 : 1 “DUNG SONANG ROHANGKU“

Ayat 1. Dung sonang rohangku dibaen Jesus i Porsuk pe hutaon dison
Na pos do rohangku di Tuhanta i Dipasonang tongtong rohangkon
Sonang do, sonang do Dipasonang tongtong rohangkon
 
(bahasa Indonesia)
              Dihibur Jesusku hatiku senang
Meskipun kutanggung berat, tetap aku yakin
Jiwaku tenang, dihiburnya aku yang penat
Kusenang, kusenang. Dihiburnya hatiku senang

10. Doa syafaat        :

11. Bernyanyi           : KJ 392 : 1  “KUBERBAHAGIA“

Ayat 1.   “Ku berbahagia, yakin teguh : Yesus abadi kepunyaanku ! Aku warisnya, kuditebus, ciptaan baru Rohul Kudus. Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya. Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

(bahasa batak)
Dung Tuhan Jesus nampuna au
Songgop damena, biar hu lao
Taripar gogo, ngolu na i
Nasa dosangku naung sae do i
Reff. Tabaritahon holong na i
          Didia Tuhan tudoshon I ?
          Tuk manumpahi, tarlobi da
          Sasada Jesus pinujima


12. Persembahan    : Ulangan 16 : 16c – 17
                 
“Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,
 tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

(Sambil bernyanyi EL SHADAI)

Tak usah kutakut Allah menjagaku
tak usah kubimbang Yesus p'liharaku
Tak usah kususah Roh Kudus hiburku
Tak usah kucemas Dia memberkatiku
El Shaddai    (2X) Allah Maha Kuasa
Dia Besar    (2X) El Shaddai mulia
El Shaddai    (2X) Allah Maha Kuasa
berkatNya berlimpah El Shadaai

13. PENUTUP


10