GKPI Bandung

Visi:GKPI sebagai Persekutuan Rohani dan Agen Perubahan/Pembaharuan.
Misi:GKPI sebagai tubuh Kristus, menjalankan sungguh-sungguh Tri Tugas Panggilan (Apostolat, Pastorat dan Diakonat).


Tuesday, 29 July 2014

SALUHUTNA MANUMPAK TU NA DENGGAN DI NA PORSEA

Warta Jemaat No. 30 - 27 Juli 2014                                                                                                                                                    Untuk Kalangan sendiri

Bacaan Firman : Roma 8: 26 - 30
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.


Aha do jambar ni angka na porsea, manang aha do beda ni halak na porsea tu na so porsea?. Sungkun sungkun on sederhana, alai boi do lam bagas molo lam niantusan. Jesus belongs to deliver and live in the life of  the believers (Jesus adalah milik orang yang percaya dan hidup dalam kehidupan orang percaya). Tondi ni Debata do namangurupi huhut mampargogoihon angka na porsea i, jala Tondi i do na mangondihon angka na porsea i di bagasan ngoluna di portibi on.!

Dirajumi rohanta do, jolma na gale do hita, alai di ondihon Tondi i do hita pasahathon angka sipangioanta. Nang pe ndang tangkas tapangidohon, alai sahat do pangidoan i tu Debata {Roma 8:26}.Siboto  roha do Debata, jala tangkas do dibotoangka aha na ringkot di ngolunta hombar tu lomo ni rohaNa jala na mangabiari Ibana {Roma 8:27}. Tangkas do taboto, manumpak tu na denggan do angka na binahen ni Debata dingolunta; marhite sian asi dohot holong ni rohaNa do i tu hita, ima gabe ojahan ni turpukta minggu on {Roma 8:28}
Dipangido turpuk on tu hita:" sai jumolo ma lului hamu harajaon ni Debata dohot hatigoranNa, dung i tambahononna do sude angka ondeng tu hamuna ! Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya ituakan ditambahkan kepadamu" [Matius 6:33].

Nungnga ditodo hita gabe anakNa, jala dihaholongi hita marhite mudar ni anakNa Tuhan Jesus Kristus naung mate laho manghophop hita. Asa parsidohot hita tu hangoluan na saleleng ni lelangna naung pinaredeNa tu angka na porsea naung tardidi dibagas goar ni Debata Ama, Anak dohot Tondi Porbadia.Tapasahat ma dirinta tu Ibana, jala marguru tu pangajarion ni Tondi i ma ngolunta, unang marpangunsandean tu gogonta dohot pingkiranta hita.
Marhite turpuk on, Apostel Paulus paingothon hita : angka naung tinodona, i do dijou, jala na jinouna, i do dipintori; jala angka naung pinintoranna, i do dipasangap. Sangkap ni Debata do tu hita, alai nang pe songon i ala ni jogal ni pangalaho ni hita jolma-sangkap na uli i - boi do jou-jou i ndang ditangihon hita jolma. Tapeop jala tahaporseai ma hata i, saluhutna i gabe manumpak tu na denggan !

Sumber : Pdt. Dr. Pintor M. Sitanggang, Pdt. Dr. Burju Purba, Khotbah Sekber United Evangelical Mission.

Friday, 25 July 2014

HANYA SATU TUHAN

Warta Jemaat No. 29_ 20 Juli 2014                                                                                                                                                  Untuk Kalangan Sendiri


Bacaan Firman, Yesaya 44:  6 - 8

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku.Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!.

Minggu ini adalah minggu ke 5 setelah Trinitas, yang juga membahas ketritunggalan [sitolu-sada], yang menyatakan bahwa Tuhan hanyalah satu. Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku {ayat 6}. Selain itu dikatakan bahwa Jahowa zebaot atau Debata zebaot artinya Tuhan semesta alam. kata zebaot- yang berarti semesta alam, dimana kata zebaot hanya dijumpai di Padan narobi {Perjanjian Lama}, yang berarti sekalipun banyak yang mempunyai kekuatan dunia atau kekuasaan dunia, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa; sekaligus mengisyaratkan bahwa tempo dulu sungguh banyak menduakan Tuhan (sinkritisme).

Seorang hamba Tuhan yang menderita sakit jantung sejak usia 20 tahun - meskipun berdoa terus, penyakitnya tak kunjung sembuh. Begitupun, di luar perhitungan  manusia usianya mencapai 60 tahun. Ilustrasi lain, sebuah kapal terssangkut oleh batu setinggi 5 meter. Lalu Tuhan Allah bertanya kepada hamba Tuhan, agar kapal itu dapat berlayar, apakah yang engkau kehendaki, apak membuang batu itu atau menambahkan air 5 meter lagi? Hamba Tuhan menjawab agar menambahkan air 5 meter lagi. 

Berbeda dengan pola pikir bangsa israel ketika masa pembuangan. mereka ingin segera dari tempat pembuangan sekalipun dengan jalan pintas. mereka mencari figur, yang bisa menjadi pengganti Tuhan !. Mereka membuat patung untuk disembah !. Seharusnya, memohon agar Tuhan memberi kekuatan kepada mereka di dalam pembuagan itu, bukan langsung membuat patung !.

Oleh karena habitat bangsa Israel, selalu menyembah berhala, Allah menjadi murka sehingga mereka dibuang. Akan tetapi selama di pembuangan itu mereka bertobat. itu makanya Tuhan berkata:Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhalajanganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan Allahmu {Imamat 26:1}.
Tuhan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan karena: (1) bangsa Israel berharga dan mulia dimata Tuhan (2). Allah mengasihinya {Yes:43:4. Ketahuilah, Tuhan yang kita sembah adalah Raja, Penebus dan Tuhan Semesta Alam ! Jika murka Allah kepada bangsa Israel karena menduakan Tuhan, bagaimanakan dengan anda? adakah anda bertanya kepada allah lain ?

Sumber : Pdt. Robinson Butar-butar & Pdt. mixon Simarmata.   

Monday, 16 June 2014

MEMUJI ALLAH SANG PENCIPTA

Warta Jemaat No. 24-15 Juni 2014                                                                                                          Untuk Kalangan Sendiri

Bacaan Firman : Kejadian 1: 1-2 + 4a.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.


Penciptaan langit, bumi dan segala isinya adalah dua hal yang saling terkait yaitu yang menciptakan dan yang diciptakan; yang tadinya tidak ada menjadi ada (creatio ex ni hilo); diciptakan dengan cara :creatio ad intra - penciptaan di dalam diriNya sendiri melalui ucapan dan RohNya, dan creatio ad extra yaitu penciptaan di luar diriNya.Dia adalah Alfa-Omega; bonana jala ujungna. Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan sudag ada dan yang akan datang, yang  Mahakuasa (Wahyu 1: 8, 21:6, 22:13)

Terkait dengan nama Minggu Trinitas pada hari ini, penciptaan melibatkan ke-tritunggalan; sitolu-sada, yang prosesnya melibatkan Allah, Yesus dan Roh Kudus, yang tampak dari ungkapannya: berfirman (Allah), jadilah terang (Yesus) melayang-layang diatas permukaan air (Roh). 
Dihari terakhir penciptaan (hari ke-enam) Allah menciptakan manusia menurut gambarNya (Kej. 1:27) Itu artinya, bahwa kita menolak dengan tegas teori Darwin, bahwa manusia berasal dari kera, yang secara perlahan (evolusi) berubah bentuknya hingga menyerupai manusia. 
Ungkapan "pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kej.1:1)" dan ungkapan "bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudra raya, dan Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air (Kej. 1:2)"
Berdasarkan gap theory bahwa kedua ayat tersebut (Kej. 1:1) dengan (Kej. 1:2) terdapat jarak waktu yang sangat lama; mungkin jutaan bahkan ratusan juta  tahun lamanya, namun itubukanlah kebenaran Alkitab tetapi dapat dicamkan bahwa "akan tetapi, saudara saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu bahwa dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti ssatu hari (2 Petrus 3:8), atau dalam Mazmur 90:4 "sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam".
Hal lain yang perlu kita cermati adalah penciptaan dan pemisahan antara terang dan gelap (Kej, 1:3-5); kehidupan yang terang dan kehidupan yang gelap, yang mempunyai makna bahwa Yesus dikaitkan dengan terang dunia, yang memberi pesan jadilah menjadi garam dan terang, bersyukurlah kepada Tuhan atas ciptaanNya! dan Pujilah Dia !(Roma 15:11) 

Sumber : Pdt. Julasber Siahaan, M.Th & Pdt. R. H. Lumbantobing STh, MA (Pendeta GKPI) 

Sunday, 6 April 2014

TUHAN MEMBANGKITKAN KITA DARI KETERPURUKAN

Warta Jemaat No. 14 - 6 April 2014                                                                                                                                  Untuk Kalangan Sendiri

Bacaan Firman : Yehezkiel 37 : 1 - 14
Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN." 

Penglihatan, perumpamaan yang berani, dan perbuatan  simbolik tergambarkan dalam kitab Yehezkiel. Memang demikian ciri seorang penubuat, seperti memiliki indra yang lain, karena dia dituntun oleh Roh Kudus. Firman diterimanya secara simbolik, bukan saja enak didengar, tetapi dapat dilihat, disentuh dan dirasakan secara nyata.
Yehezkiel adalah seorang penubuat yang turut serta dalam pembuangan Babel - yang saat itu - Yehezkiel belum menjadi penubuat. Dia dipanggil oleh Tuhan tahun 593 sM, ditepi sungai Kebar di Babel {Hes1:1-3}; kekuasaan Tuhan meliputinya, lalu ia melihat tulang-tulang yang sudah kering di lembah sungai itu, memperlihatkan betapa sedihnya pembantaian orang Israel oleh bangsa Babel!.

Dengan kuasa Tuhan, Yehezkiel menghidupkan kembali manusia yang berserakan di lembah itu, dengan nubuatnya: aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali, memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, menutupi kamu dengan kulit dan memberi kami nafas hidup, supaya kamu hidup kembali dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN [Hes 37:5-7].

Tulang-tulang kering yang dihidupkan kembali melambangkan bahwa bangsa Israel hidup dipembuangan Babel. Nubuat Yehezkiel, dialamatkan kepada 2 hal, yaitu : kepada tulang-tulang , dan kepada nafas kehidupan; masing-masing diluar akal manusia. Mereka dinubuatkan nafas hidup, yang didatangkan dari empat penjuru mata angin [Hes.37:9]

Hal yang perlu kita renungkan dalam nats ini ialah, jangan mengandalkan diri tetapi andalkan Kuasa Tuhan ! jangan seorang pun yang menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan !Serahkan diri anda kepada Tuhan; menyerahkannya tidaklah sejauh perjalanan Bandung ke Bonapasogir, tetapi sejauh DOA ! Manusia diperbudak, di era pembuangan Babel, sesungguhnya masih terus berlangsung.  Dulu, benar-benar diperbudak secara fisik tetapi sekarang diperbudak oleh dosa dengan berbagai dampak. Ketahuilah, bahwa Tuhan membela yang tertindas, tetapi sebatas kepada orang yang saleh dan tidak curang [Maz. 43 : 1a]. Jika Bangsa Israel hidup kembali karena Firman, dapatkan anda memperoleh Kasih Karunia seperti itu?

Sumber : Pdt. PL. Hutauruk, Suara GKPI, Pdt. Marolop Sinaga , Impola Jamita HKBP

Sunday, 23 February 2014

MANGANTUSI JALA MANGHANGOLUON HATA NI DEBATA

Warta Jemaat No: 08-23 Februari 2014                                                                                                                         Untuk kalangan sendiri


Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya. Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba. Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!. Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu. Lalukanlah celaku yang menggetarkan aku, karena hukum-hukum-Mu adalah baik. Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu! 
(Mazmur 119 : 33 - 40)

Turpuk dibagasan minggu Sexagesima on-na marlapatan manomu-nomu ari parningotan hamamate ni Tuhan Jesus 60 ari nanaeng ro-asa dungo hita di partondian, mangaradoti dohot manghasiholi patik ni Debata. Marhite mangulahon patik ni Debata, gabe siding ma hita sian na mangaulahon dosa.

Parjahat masiboan mansam na do. Adong do na mana-dinghon patik(ayat 53), adong mangaropi(ayat 95), adong roha simeoleol(ayat 113), jala adong manorbangi patik(ayat 126).
Dipaandar 3 (tolu) siauhononta: Parjolo, manghalomohon lomo ni roha ni Debata, ima aturanMi{ay 33, tonaMi{ay 34}, panindangionMi{ay 35}, dalanMi{ay 37}, uhumMi{ay 39}, parenta dohot hatigoranMi{ay 40}. Ndang tarsirang patik i di parbungkas ni bangso i sian tano Misir laho borhat tu tano Kanaan. Patik i do pauliulihon ngolu ni bangso i, ndada gabe boban na so tartuhuk, gariada gabe haroroan ni gogo laho mangulahon lomo ni rohaNa. Tangkas do taboto, bangso Israel na gabe hatoban di tano Misir, marhaposan tu gana-gana an ima tingki di pardalanan tu tono Kanaan. Patik i do gabe hagogoon tu bangso i.

Paduahon, mardalan di dalan ni Debata marhite pangidoan asa condong tu panindangion {ay 36}. Jotjot do jolma manghaginjanghon dirina {egois}, pahata donganna, hut sai mangalului pangomoan portibi nang pe ndang sian dalanna.Sasintongna, molo tung pe mangalului ngolu hita naeng ma nian sian dalan na tingkos. Ido umbahen na dialusi si Johannes soldadu i: unang ma susai, unang ma dobo hamu halak! hasabamhon ma gajimuna; ["jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu" Lukas 3:14]

Patoluhon, mangolu di bagasan hatigoran.Dipangido tu hita laho marojahan tu hatigoran asa mangolu hita {ay-40}. Boi do hilalaon, molo hea hita dibagasan sahit na posa, hilalaon ma arga ni ngolu i.

Ditonga-tonga ni pargulmiton ni ngolu siadapari, mar-ragam do parohaon ni jolma na boi gabe marhonhon dosa. Alani, tapasahat dirinta tu lomo ni rohaNa. Sai mian dibagasan Ahu ma hamu, songon Ahu dibagasan hamu ! Songon ranting i, na so tarbahen marparbue anggo isan dirina, anggo so mian di hau anggur i; laos songon i hamu, anggo so mian di bagasan Ahu hamu {Joh: 15:4}.

Sumber : Suara GKPI & Pdt Dr. Victor Tinambunan, MST (Dosen STT HKBP-Siantar)

Sunday, 16 February 2014

HIDUP DAN DIBERKATI OLEH TUHAN

Warta Jemaat No. 07-16 Februari 2014                                                                                                                                      Untuk kalangan Sendiri


Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.
  Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka." 
( Ulangan 30 : 15 - 20 ) 

Perjalanan Musa dari Mesir ke Tanah Kanaan, adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan keajaiban dan berkat Tuhan; menjelang hari Kematian Tuhan Yesus (Septuagesima=70 hari) diangkat menjadi tema kotbah pada minggu ini. Eksodus ini ditempuh selama 40 tahun, meski sesunggunya jaraknya hanya sekitar 37 km (jarak udara).

Dalam perjalanan itu, Musa memberikan kebebasan memilih kepada umatNya. Memilih antara kehidupan dan kematian, ataupun antara berkat dan kutuk. Hal tersebut ditawarkan, karena martabat bangsa ini sangat rendah di mata Tuhan, yang menduakan Tuhan dan bebal!.
Jika ingin memperoleh kehidupan atau berkat, tentu harus mempertaruhkannya di hadapan Tuhan {1} mengasihi Tuhan, {2} berperilaku baik dengan tulus; tidak munafik, {3} dan mengamalkan firman Tuhan. Musa kembali mengingatkan agar umat Israel tidak slah memilih opsi yang ditawarkannya: mengasihi Tuhan dan berpaut kepadaNya. Dengan demikian, keturunan Abraham, Ishak dan Yakob akan memperoleh berkat dan panjang umur.

Sesungguhnya, Tuhan memberi  berbagai kemudahan asalkan kita mampu memenuhi apa yang Tuhan kehendaki (pangkat, keturunan, kekayaan, jabatan dan gelar). Harus kita sadari, ketika kita memilih yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, sama artinya bahwa kita menolak Tuhan ataupun menolak berkatnya. Sikap menentukan pilihan adalah sikap yang terpuji, asalkan memilih yang benar. Memang adakalanya seseorang sikap mendua karena berkepribadian ganda; tidak memilih diantara opsi atau memilih kedua-duanya, yang disebabkan ketakutan jika salah memilih yang berdampak kepada bisnis, jabatan dan kepentingan lainnya. Firman Tuhan kepada Daud mengatakan: tiga perkara kuhadapkan kepadamu; pilihkah salah satu daripadanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu. (1 Tawarikh 21 : 10). Dilain pihak, ketika Israel telah menolak yang baik - biarlah musuh mengejar dia! {Hosea 8:3}, sebaliknya Yesus berkata: berbahagialah orang yang tidak menadi kecewa dan menolak Aku {Lukas 7:23}

Sumber : Pdt Debora purade Sinaga MTh.
 

Sunday, 3 November 2013

YANG MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH ADALAH SAUDARA YESUS

Warta Jemaat No. 44 _ 3 November 2013                                                                                                                                 Untuk Kalangan Sendiri


Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."( Markus 3 : 31 - 35 )


Diturpuk on, naeng botoonta ; Ise do sisolhot ni Jesus? (Mat. 12:46, Luk. 8:19-21). Asa tangkas, ingkon botoon ma tarombo Na, songon na dipatolhas di Matius 1:1-16; sian mulai si Abraham sahat tu Ibana. Alai ndang apala si solhot partubuon na naeng disosoi di turpuk on!.

Ala ni parmudaron(sisolhot), boi gabe tubu holong, nang pe maralo tu pangalaho ni si Kain na mamunu anggina si Abel. Naeng ma nian tubu holong tu dongan songoni nang tu musu. Hadengganon tu musu, songon na pagukgukhon gara do i tu uluna (Rom 12:20). Ninna Jesus; haholongi ma Debatam, dohot dongan mu songon dirim (Luk. 10:27). Godang Tudos-tudos holong! songon na binaen ni halak Samaria-nang pe ndang siihuthon Jesus-diurupi ibana do halak Jahudi tingki di pardalanan manaripari jalan darah sian Jerusalem -Yeriko. Pangurupion isara diakonia sosial. Didok Jesus; na binahenmuna tu sada sian anggikkuangka na metmet on, na tu Ahu  do i dibahen hamu (Mat. 25:40)

Dungi muse, ise do goaran Kristen? Sepintas, ima na ringgas marminggu, manggarar iuran, sipanunumpahi di Huria. Sasintongna ima na mangulahon lomo ni Debata Kristus i, songon anak sigomgom bagasna; hita do bagasNa (Heber 3:6)

Ise do sisolhot ni Jesus? Jesus mandok: ima na mangulahon lomo ni roha ni Debata; i do anggingku, i do dainang (Mark. 3:35) Ala ni i, dipangido turpuk on tu hita; gabe siulahon hata i ma hamu, unang holan panangi-nangi, angka na paoto-otohon dirina. Ai panangi-nangi di hata i, anggo so diulahon, tudos ma i tu halak na. Pabereng-bereng rupa ni bohina di sorminan (Jak 1:22-23) Ai songon daging i na mate, anggo so martondi; songon i do mate haporseaon na so marulaon (Jak. 2:26).

Sumber: Suara GKPI & Berbagai sumber