Tak dapat dipungkiri
bahwa dalam kehidupannya
orang beriman juga mengalami kesulitan, dan bahkan penderitaan. Kesulitan dan penderitaan itu bisa terjadi
karena kesalahan diri sendiri, atau disebabkan oleh sesuatu di luar dirinya,
yang kemudian juga menimbulkan banyak pertanyaan. Tidak jarang, ketika
penderitaan hidup datang, apalagi bila dirasakan terlalu berat, orang beriman menjadi
ragu-ragu akan kasih dan kesetiaan Tuhan. Di
satu pihak, orang beriman menyakini akan kebesaran dan keagungan Tuhan,
namun pada pihak lain, ia sebagai orang beriman, seperti berada pada keadaan
yang tidak memungkinkannya mengakui kebesaran dan keagungan Tuhan. Dengan
membaca dan merenungkan firman Allah, kita akan tahu bahwa Allah selalu
memperhatikan keadaan umatNya, dan pasti akan menolong dan menyelamatkannya.
Sejak semula kasih Allah tidak berubah. Sekalipun banyak orang menolak dan
ingin menghalangiNya, Ia tetap dengan rencanaNya, yakni membawa manusia kembali
kepadaNya. Melalui manusia Yesus, yang dapat merasakan semua pergumulan dan
penderitaan manusia, Allah menyatakan kasih dan karuniaNya yang menyelamatkan.
Dengan menghayati apa yang dilakukan Allah di dalam Yesus Kristus ini, umat
beriman akan dikuatkan dalam menjalani kehidupannya, sekalipun tidak selalu
mudah. Kitab Kolose merupakan suatu dokumen yang mengandung arti yang dalam
sekali dan tidak ternilai harganya. Uraian ajaran ini bernada pembelaan karena
Paulus bermaksud memerangi ajaran-ajaran mistik dan asketik yang bercorak
Yahudi dengan pengertian yang salah tentang alam, penyembahan kepada
malaikat-malaikat. Tema pokok Kolose ini adalah kepenuhan dan keutamaan Kristus
dan kesempurnaan orang Kristen dalam Dia dibandingkan mistik dan siksaan diri
yang diajarkan oleh ilmu filsafat dan hikmat manusia. Ajaran sesat yang
mencampurkan teosofi, agama Yahudi dan asketisisme itu nampak bersifat rohani,
tetapi pada hakekatnya menjauhkan Kristus dari jabatan-Nya sebagai Tuhan.
Beberapa hal yang dibentangkan dalam Kol 1:15-20 ini yang melukiskan Kristus
sejati sebagai Allah adalah: pertama,
Dia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Kedua, sulung dari segala yang diciptakan. Ketiga, di dalam Dialah diciptakan segala sesuatu. Keempat, Dia adalah terlebih dahulu
dari segala sesuatu. Kelima, segala
sesuatu ada di dalam Dia. Keenam,
seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia. TIADA TANDING, TIADA BANDING! (Kolose 1:15-20) Pengantar Bagi orang
Kristen, Allah dikenal bukan saja sebagai Pencipta, tetapi juga Pembebas. Cara
pembebasan itu ialah melalui karya penebusan yang dikerjakan oleh Anak-Nya yang
tunggal. Penebusan itu berisikan penebusan dosa (1:13-14). Sebagai bentuk
syukur atas karya penebusan Allah tersebut, meluaplah syukur rasul Paulus dalam
bentuk puji-pujian yang menunjukkan betapa agung dan utamanya Kristus di atas
segala sesuatu. Pasal 1:15-20 merupakan doksologi (pujian) Paulus rentang
keagungan dan kemuliaan Yesus Kristus. Ia termulia atas seluruh ciptaan (ay.
15-17) dan di dalam penebusan (18-19). Paulus menunjukkan adanya sesuatu yang
hilang di dalam ajaran yang menyelusup ke dalam jemaat Kolose: pandangan yang
tepat akan siapa Kristus. Maka, dengan cara pandang yang terarah ini, jemaat
diberi peranti untuk menangkal setiap bentuk penyelewengan. Di sini, rasul
mengajak jemaat masuk ke dalam suasana penyembahan terhadap Pribadi Kristus,
dan bukan sekadar dimensi doktrinal. Keutamaan Kristus ini secara langsung
melucuti kepongahan kuasa-kuasa lain yang ingin berkuasa. Penjelasan Teks Kalau
kita perhatikan, ada dua bait di dalam nyanyian pujian di 1:15-20 Bait
pertama—Kristus, Allah, dan Ciptaan, 1:15-16 1:15 Kristus, gambar Allah 1:16
Kristus, Agen Penciptaan dan Tujuan Segala Sesuatu Bridge—Kristus, Figur
Sentral, 1:17,18a 1:17a Kristus, Yang Terlebih Dahulu Ada 1:17b Kristus,
Penopang Segala Sesuatu 1:18a Kristus, Kepala Gereja Bait Kedua—Kristus, Allah,
dan Ciptaan Baru, 1:18b-20 1:18b Kristus, Dasar Gereja 1:19 Kristus, Kepenuhan
Allah 1:20 Kristus, Sarana Pendamaian Segala Sesuatu Pertama, Kristus, Allah
dan Ciptaan (1:15-16). Kristus disebut sebagai gambar Allah (eikon Theou) yang
berarti representasi tepat atau perwujudan Allah sendiri. Allah adalah roh, dan
Ia tidak akan pernah kelihaatan (1Tim. 6:16). Anak Allah adalah pengungkapan
yang kelihatan. Ia tidak hanya mencerminkan Allah, tetapi, sebagai Allah
sendiri, Ia menyatakan Allah kepada kita (Yoh. 1:18; 14:9; Ibr. 1:1-2).
Kemuliaan Kristus mengekspresikan kemuliaan ilahi-Nya (2Kor. 4:4). Ia bukanlah
salinan, tetapi pengejawantahan hakikat Allah sendiri. Kita memperoleh
“pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus” (2Kor.
4:6). Kristus adalah “cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah” (Ibr.
1:3). Sebagai yang sulung dari segala ciptaan, Kristus memiliki keutamaan dan
kuasa seperti seorang anak sulung di keluarga kerajaan (Ibr. 1:2). Ia datang
dari surga, bukan dari debu tanah (1Kor. 15:47), dan Dialah Tuhan segala
sesuatu (Rm. 9:5; 10:12; Why. 1:5; 17:14). Kristus benar-benar suci (Ibr.
7:26-28; 1Ptr. 1:19; 2:22; 1Yoh. 3:5), dan Ia memiliki kuasa untuk menghakimi
dunia (Rm. 2:16; 2Kor. 5:10; 2Tim. 4:1). Karena itu, Kristus lebih dari segala
sesuatu di atas ciptaan, termasuk dunia roh. Meskipun kata “sulung” mengandung
arti anak pertama yang dilahirkan manusia, 1:16 segera menjelaskan kebenaran
siapa Yesus, bahwa Ia adalah Pencipta. Kristus, tidak sama dengan ciptaan; Ia
sendiri adalah Khalik alam semesta. Sebagai Agen dan Tujuan Segala Sesuatu, di
sini Paulus memakai kata sambung di dalam, melalui dan untuk Kristus. Jadi,
Paulus hendak membungkam pernyataan bahwa Kristus bukan setara dengan Allah.
Kata sambung “untuk” menunjukkan bahwa tujuan dari segala ciptaan yakni untuk
“memuliakan Kristus.” (Bdk. Yoh. 1:3; Ibr. 1:2-3). Sebagaimana seluruh
kepenuhan Allah berada di dalam Dia (1:19), maka di dalam Dia pula seluruh
kuasa penciptaan menyatakan Dia adalah Tuhan yang terutama. Oleh sebab para
pengajar sesat percaya bahwa dunia fisik ini jahat, mereka berpikir bahwa Allah
yang adalah roh tak mungkin menciptakannya. Tetapi Paulus menerangkan bahwa
segala singgasana, maupun kerajaan, pemerintah, maupun penguasa, yang kelihatan
dan yang tidak kelihatan, tunduk di bawah kuasa Kristus sendiri. Pada zaman
Paulus diyakini bahwa umat manusia sedang menghadapi kuasa yang bekerja untuk
menjatuhkannya. Tetapi segala macam kuasa ini tunduk tak berkutik di bawah
Kristus. Kristus, tiada tanding dan tiada banding. Karena Kristus adalah
Pencipta semesta, maka segala kuasa baik yang tak kelihatan maupun yang
kelihatan berada di bawah kekuasaan mutlak Kristus. Maka, tidak benar pula jika
dikatakan bahwa di samping Kristus, ada perantara lain seperti malaikat yang
patut dipuja. Semua kuasa malaikat dan kuasa langit dan bumi takluk di bawah
kuasa Kristus. Dialah Tuhan segala sesuatu. Kedua, Kristus adalah Figur Sentral
(1:17, 18a). Bahwa Kristus yang lebih dahulu ada. Kristus sudah ada baik secara
waktu maupun posisi. Ia adalah Allah yang agung. Kristus Penopang segala
sesuatu. Ia bukan hanya Pencipta; Ia juga Penjaga segala hal. Oleh Dia, segala
sesuatu ada, dan oleh Dia segala sesuatu terus menjadi. Di dalam Dia, segala
sesuatu terjalin, terpelihara dan terjaga dari kekacauan. Sebab Kristus adalah
Penopang kehidupan, tidak ada satu pun di dalam dunia yang dapat bebas dari
Dia. “Segala sesuatu ada di dalam Dia” dapat dipahami “segala sesuatu terjalin
satu sama lain” (sunestaken), yaitu dalam satu keterikatan yang koheren dan
logis, tertopang dan tegak, terjaga dari segala keterpurukan dan kekacauan. Di
dalam Dia saja dan oleh sabda-Nya, kita menjumpai prinsip pemersatu kehidupan.
Umat di Kolose, dan semua kaum beriman, adalah hamba-hamba-Nya yang tiap hari
harus mempercayai penjagaan dan pemeliharaan-Nya. Serta, Kristus adalah Kepala
Gereja. Gereja ada oleh sebab Kristus adalah awal dan sumber keberadaan-Nya.
Kristus adalah Sang Kepala. Orang-orang Kristen harus bekerja bersama-sama di
bawah perintah dan otoritas Yesus Kristus. Gereja terdiri dari banyak tipe
manusia dari segala jenis latar belakang, dengan pelbagai karunia dan
kemampuan. Kendati berbeda-beda, semua orang percaya memiliki prinsip
pemersatu—iman di dalam Kristus. Di dalam kebenaran hakiki ini, semua orang
percaya bersepakat. Semua orang percaya tidak kehilangan identitasnya, tetapi
semuanya bersatu di dalam Kristus, kepala tubuh. Tiap anggotanya bekerja untuk
menuntaskan pekerjaan Kristus di atas dunia (Ef. 4:15). Ketiga, Allah, Kristus,
dan Ciptaan Baru (1:18b-20). Kristus disebut sebagai dasar gereja, sebab Dialah
“yang sulung . . . yang pertama bangkit dari antara orang mati.” Dialah yang
pertama mati serta bangkit. Orang yang percaya pun akan mengalami kebangkitan
(1Kor. 15:20; 1Tes. 4:14). Tetapi Ia tetap menduduki tempat yang terutama.
Kebangkitan Kristus adalah batu penjuru keyakinan Gereja—alasan keberadaan
gereja. Hanya Kekristenan yang memiliki Allah yang menjadi manusia, wafat
dengan cara hina bagi umat-Nya, dan dibangkitkan kembali dalam kuasa dan
kemuliaan untuk memerintah ciptaan lama dan ciptaan baru (yang dimulai oleh
gereja) selama-lamanya. Kebangkitan meyakinkan kaum beriman bahwa Kristus bukan
legenda; Ia hidup dan memerintah kerajaan-Nya. Kristus juga Kepenuhan Allah.
Allah berkenan agar “kepenuhan-Nya” (“totalitas” atau “kesempurnaan”) tinggal
(artinya “hidup secara permanen”) di dalam Kristus. Rasul pun menolak ajaran
sesat bahwa segala kuasa malaikat mengalir dari Allah, memenuhi ruang antara
surga dan bumi, sehingga menjadi perantara Allah dan manusia. Ketika kita
memiliki Kristus, kita memiliki segala sesuatu yang ada pada Allah, dalam rupa
manusia. Segala ajaran yang mengecilkan salah satu aspek—kemanusiaan dan
keilahian Kristus—adalah ajaran yang salah. Amen Pdt. RHL. Tobing
GKPI Bandung
Visi:GKPI sebagai Persekutuan Rohani dan Agen Perubahan/Pembaharuan.
Misi:GKPI sebagai tubuh Kristus, menjalankan sungguh-sungguh Tri Tugas Panggilan (Apostolat, Pastorat dan Diakonat).
Thursday, 26 April 2018
Monday, 9 March 2015
Mengasihi TUHAN dan Berpegangan kepada Perintah-NYA
Warta Jemaat No. 10 - 8 Maret 2015 Untuk Kalangan Sendiri
Bacaan Firman.
Keluaran 20 : 1 - 17
Bacaan Firman.
Keluaran 20 : 1 - 17
1.
Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
2.
"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
3.
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
4.
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di
langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam
air di bawah bumi.
5.
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku,
TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan
bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari
orang-orang yang membenci Aku,
6.
tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu
mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
7.
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN
akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
8.
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
9.
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
10.
tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan
melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu
perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu
atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
11.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan
segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN
memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
12.
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
13.
Jangan membunuh.
14.
Jangan berzinah.
15.
Jangan mencuri.
16.
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
17.
Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau
hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau
keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."
Nats ini merupakan sumber Alkitabiah dari Sepuluh Hukum yang diberikan Allah kepada Musa di Hunung Sinai, tiga bulan setelah bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Hukum ini diberikan kepada bangsa Israel agar bangsa tersebut da[at berkaca dan melihat apakah sikap mereka telah sejalan dengan kehendak Allah. Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang [Gal. 3:24]. Kita tidak dapat diselamatkan oleh karena melaksanakan Hukum Taurat, melainkan oleh karena Iman lah kita dapat diselamatkan. Setelah Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, maka Allah membuat perjanjian sebagai suatu perintah untuk dilakukan yakni 10 Titah yang dituliskan dalam dua loh batu [Ulangan 4:13] yang artinya 10 Hukum Tuhan tebagi dalam 2 bagian yaitu Titah 1 - 4 adalah Mengasihi Tuhan dan Titah 5 - 10 Mengasihi sesama manusia.
Bagian pertama dalam hukum tersebut secara tegas dikatakan dan Dia sendiri yang berbicara : Akulah Tuhan Allahmu, dimana pengertia Allah adalah sebagai Raja yang berdaulat yang harus dipatuhi dan dituruti. Tentu hal ini diimani oleh bangsa Israel karena mereka merasakan bahwa berkat dan kasih karunia Allah saja mereka terbebas dari perbudakan dan merasakan kasih dan karunia Allah yang menuntun dan melindungi perjalanan mereka keluar dari Mesir. Tuhan menegaskan agar bangsa Israel benar-benar penuh keyakinan bahwa hanya satu Allah yang mereka sembah dan yakini bahwa sumber sumber kehidupan adalah hanya dari Allah. Ini dapat kita lihat dari pencetusan Hukum Tuhan yang langsung diberikan Tuhan kepada hambaNya Musa, bahwa Akulah Tuhan Allahmu, seru Tuhan kita, tidak boleh ada Allah lain kecuali Aku, selanjutnya Jangan perbuat bagimu patung dan sejenisnya yang ada di bumi, langit atau dalam air untuk disembah, kemudian Jangan menyebut namaNya dengan sembarangan karena nama Allah Kudus, dan pada hari Sabat kita harus beribadah kepada Allah.
Sedangkan bagian kedua yaitu titah yang mengasihi sesama yang mengajarkan agar hormat dan patuh kepada orangtua, Jangan membunuh, Jangan berzina, Jangan mencuri, Jangan berdusta, dan jangan tamak dan serakah.
Sehingga kesimpulannya: kita harus takut dan kasih kepada Allah sehingga tidak ada Allah lain selain Dia, yang kita sembah dan yakini sebagai Allah yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sebab Allah adalah Allah pencemburuyang akan membalaskan dosa-dosa kepada umatnya, tetapi Dia akan memberi pengampunan, mengasihi dan mencintai umat yang melaksanakan perintah dan Firman-Nya. Amin.
Tuesday, 10 February 2015
TUHAN MEMBERI KEKUATAN KEPADA YANG LELAH
Warta Jemaat No 6 - 6 Februari 2015 Untuk Kalangan Sendiri
Bacaan Firman :
Yesaya 40 : 21 -31
Bacaan Firman :
Yesaya 40 : 21 -31
21.
Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan
kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi
diletakkan?
22.
Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti
belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya
seperti kemah kediaman!
23.
Dia yang membuat pembesar-pembesar menjadi tidak ada dan yang menjadikan hakim-hakim dunia sia-sia saja!
24.
Baru saja mereka ditanam, baru saja mereka ditaburkan, baru saja
cangkok mereka berakar di dalam tanah, sudah juga Ia meniup kepada
mereka, sehingga mereka kering dan diterbangkan oleh badai seperti
jerami.
25.
Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.
26.
Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan
semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil
memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh
sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.
27.
Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini,
hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak
diperhatikan Allahku?"
28.
Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal
yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan
tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
29.
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
30.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
31.
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan
baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan
sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan
tidak menjadi lelah.
Pasal 40 - 55 adalah bagian ke-2 dari Kitab Yesaya, sehingga disebut dengan Deutro Yesaya. Kandungannya (content) adalah penghiburan dan pengharapan kepada bangsa Israel yang saat itu tengah berada dalam pembuangan di Babel. Yesaya menyapa bangsa Israel sekalipun sesungguhnya mereka sedang menderita akibat terbuang di Babel. Yesaya mengatakan Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? [40:21]. Mendengar Firman itu mereka seperti tersentak hingga membangkitkan iman percaya bangsa itu.
Untuk menambah wawasan bangsa Israel, Yesaya mengandaikan bangsa itu laksana burung rajawali, yang terbang tinggi dengan perkasa. Andaian itu, seolah bangsa Israel menjadikannya mempunyai cara pandang yang tinggi; luas.
Selain penghiburan dan pengharapan itu, Nabi Yesaya juga membeberkantentang penciptaan Tuhan akan semesta alam yang berkonotasi ke-mahakuasaan Allah. Nabi Yesaya juga meyakinkan bangsa Israel dan meneguhkan iman mereka bahwa Allah memberikan pertolongan [ayat 28] dan hanya Allah adalah sumber kekuatan.
Nabi Yesaya melukiskan Kuasa Allah, dengan : [1] kuasa yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah, artinya: bahwa kuasa Tuhan sungguh luar biasa. Kuasa itulah hingga Tuhan mampu membebaskan bangsa Israel dari Babel. [2] Allah adalah pencipta semua yang ada, sehingga Allah menyebut dirinya Mahakuasa dan Mahakuat. Otorisasi inilah yang membuat bahwa Tuhan mampu membebaskan bangsa Israel dari Babel. [3] Allah kekal menciptakan.
Berdasarkan perikop ini, hal yang perlu direnungkan adalah:
[1] Tuhan menghendaki agar berpaling dan kembali kepada Tuhan - karena bagaimanapun - Tuhan adalah Mahakuasa dan Maha Pencipta.
[2] Kekuasaan Allah yang luar biasa, mampu memerdekakan bangsa Israel dari pembuangan dan tawanan dengan segala caraNya. Dia mampu melemahkan penguasa dunia demi kehendakNya, karenanya sekalipun kita seorang pimpinan janganlah menyombongkannya.
[3] Orang percaya pada akhirnya akan dikuatkan oleh Allah, karena bersama Tuhan kita akan mampu melakukan perkara yang besar.
Nabi Yesaya melukiskan Kuasa Allah, dengan : [1] kuasa yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah, artinya: bahwa kuasa Tuhan sungguh luar biasa. Kuasa itulah hingga Tuhan mampu membebaskan bangsa Israel dari Babel. [2] Allah adalah pencipta semua yang ada, sehingga Allah menyebut dirinya Mahakuasa dan Mahakuat. Otorisasi inilah yang membuat bahwa Tuhan mampu membebaskan bangsa Israel dari Babel. [3] Allah kekal menciptakan.
Berdasarkan perikop ini, hal yang perlu direnungkan adalah:
[1] Tuhan menghendaki agar berpaling dan kembali kepada Tuhan - karena bagaimanapun - Tuhan adalah Mahakuasa dan Maha Pencipta.
[2] Kekuasaan Allah yang luar biasa, mampu memerdekakan bangsa Israel dari pembuangan dan tawanan dengan segala caraNya. Dia mampu melemahkan penguasa dunia demi kehendakNya, karenanya sekalipun kita seorang pimpinan janganlah menyombongkannya.
[3] Orang percaya pada akhirnya akan dikuatkan oleh Allah, karena bersama Tuhan kita akan mampu melakukan perkara yang besar.
Sumber : Pdt. Benny Sinaga M.Th & Pdt. John Christian Saragih S. Th
Monday, 26 January 2015
Diramoti DEBATA songon Anak ni Mata
Warta Jemaat No. 4 - 25 Januri 2015 Untuk Kalangan Sendiri
Bacaan Firman :
Psalmen 17 : 8 - 15
Bacaan Firman :
Psalmen 17 : 8 - 15
8 Sai ramoti ma ahu, songon anak ni mata, sai ondingi ma ahu di linggoman ni angka habongmi.
9 Moradophon parjahat, angka na naeng mangago ahu, maradophon musungku, angka na monsong mangarohai ahu.
10 Sai di hunsi nasida do tabotabona, sai hajungkaton do dihatahatahon pamanganna.
11 Sai diiraniran nasida do nuaeng langkanami, sai dimatamatahon do mangompashon hami tu tano.
12 Tudoshon babiat, na naeng manoro do ibana, jala sobokkon anak ni babiat na mangonggop di aropan.
13 Hehe ma Ho, ale Jahowa, joloani ma, ompashon ibana! Sai palua ma hosangku sian parjahat i hinorhon ni podangmu.
14 Palua ahu, ale Jahowa, marhitehite tanganmu sian angka jolma parroha portibi on, angka na manjalo jambarna di hangoluan on, gok butuhanasida dibahen Ho dohot artam, gabean do nasida di anak, jala tading di pinomparnasida do lobilobinasida i.
15 Alai anggo ahu sai idaonku do sogot bohim, marhitehite hatigoran, pamahaponku ma rohangku marnida rupam, ia dung tarsunggul ahu muse.
9 Moradophon parjahat, angka na naeng mangago ahu, maradophon musungku, angka na monsong mangarohai ahu.
10 Sai di hunsi nasida do tabotabona, sai hajungkaton do dihatahatahon pamanganna.
11 Sai diiraniran nasida do nuaeng langkanami, sai dimatamatahon do mangompashon hami tu tano.
12 Tudoshon babiat, na naeng manoro do ibana, jala sobokkon anak ni babiat na mangonggop di aropan.
13 Hehe ma Ho, ale Jahowa, joloani ma, ompashon ibana! Sai palua ma hosangku sian parjahat i hinorhon ni podangmu.
14 Palua ahu, ale Jahowa, marhitehite tanganmu sian angka jolma parroha portibi on, angka na manjalo jambarna di hangoluan on, gok butuhanasida dibahen Ho dohot artam, gabean do nasida di anak, jala tading di pinomparnasida do lobilobinasida i.
15 Alai anggo ahu sai idaonku do sogot bohim, marhitehite hatigoran, pamahaponku ma rohangku marnida rupam, ia dung tarsunggul ahu muse.
Psalmen di hata Indonesia didok Mazmur, bahasa Ibrani Tihillim, marlapatan ende puji-pujian. Bahasa Yunani didok Psaltrion, ima alat musik petik laho uning-uningan. Pandohan psaltrion on do na "domu" tu hata Psalmen, alana Psalmen diendehon marhite hadomuan ni angka umpasa, manang tudos-tudos [bersifat syair]. Dipatolhas di ende i , ima: angka hamuliateon, puji-pujian, panindangion, haporseaon, panolsolion ni dosa. Luhutna Psalmen ima tangiang dohot pujian.
Dipangido par-Psalmen di turpuk on, ima pangaramotion songon mangaradoti simalolong [mata]. Simalolong ima bagian indra ni daging na mansai arga. Jala dipangido par-Psalmen dope asa digomgomi ibana songon ina ni manukna mangalinggomi anakna marhite habongna[8].
Di tingki Pandita pasahathon berkat, didok :"Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera" [Bil. 6: 24-26]
Bohi ni Debata ima sada lambang berkat. Molo boi mamereng Bohi ni Debata, sada berkat "na arga jala na so hasuhatan", jala patuduhon na jonok do hita tu Debata.
Pangaramotion ni Debata tu bangsoNa, ndang holan di tingki Padan na Robi, alai sahat do rodi hatiha Padan na Imbaru. Tarida doi tingki pardalanan ni apostel Paulus ujui di Eropah. Na didongani Debata ibana marhite Tondi Porbadia.
Hamuna dongan sahaporseaon, molo na jolo diramoti Debata hita, boado ia nuaeng? tong dope diramoti?
Adong 3 panindangion laho mangalusi sungkun-sungkun on: [1]Dpangke Debata do donganta laho paingothon hita tarlumobi di tingki adong sitaonon. Dihilala roham do i? [2] Di tingki ari na salpu sipata do ro arsak ni roha. Boi do alani dakdanak, keluarga, natoras, dohot na asing. Alai ternyata tolhas do hita sahat tu ombas on kan? [3] Sipata do hita dipangke Debata laho paingothon donganta. Sudena i Debata do na sai mandongani hita !
Sumber: Pdt. Dr. Raulina br. Siagian & Pdt. oineke Natalia Harefa SSi.
Wednesday, 24 December 2014
BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL
Warta Jemaat No. 51 - 21 Desember 2014 Untuk Kalangan sendiri
Bacaan Firman :
Lukas 1 : 26 - 28
26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27. kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Bacaan Firman :
Lukas 1 : 26 - 28
26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27. kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Perikop khotbah dalam minggu Advent IV ini, membahas "bagi Allah tidak ada yang mustahil" (ndang adong na so tarpatupa Debata), yang dikaitkan dengan kekuasaan Allah dimana Maria dikarunia seorang putra yaitu Yesus Kristus [Mat. 1:18]
Hal pokok dalam perkara itu ialah "berita baik" dan "keselamatan". Keduanya saling bertautan, laksana sebuah koin mempunyai dua sisi; jika salah satu tidak ada maka keduanya menjadi tidak berarti.
Ada 4 unsur yang akan dipaparkan, yaitu : kapan, dimana, siapa , bagaimana dan mengapa?. Sesungguhnya keempat unsur itu adalah kasih karunia yang diperoleh oleh Maria -seorang perempuan yang berasal dari Nazaret melalui pemberitahuan malaikat Gabriel dengan tunangannya Yusuf, meskipunbukan berstatus suami istri tetapi terproses oleh Roh Kudus melalui Iman.
Injil Lukas ditulis sekitar tahun 60 - 63 M, dialamatkan kepada Teofilus [Luk. 1:1,3; Kis 1:1]` Lukas adalah seorang dokter - petobat Yunani- satu satunya penulis Alkitab non Yahudi. Injil Lukas ini dialamatkan kepada Teofilus yang ingin memberitakan bahwa Yesus adalah Juruslamat yang ilahi dan manusiawi. kandungannya, menyangkut persoalan iman tentang kelahiran Yesus [1:26 - 31] dan juga Elisabeth sanaknya Maria yang disebut mandul itu telah 6 bulan mengandung [1:36]. itu makanya: "bagi Allah tidak ada yang mustahil" [1:37].
Persoalan iman bukan segampang membalikkan telapak tangan, sebagaimana juga Maria, meskipun dberitakan oleh malaikat Gabriel:Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya didalam hatinya, apa arti salam itu? [1:29]
Seorang anak bertanya : apa artinya iman pak?, lalu bapaknya membawanya ketempat yang tinggi dan mengatakan :lompatlah, engkau akan kutangkap; jangan takut! akan tetapi anaknya mengatakan : saya takut pak! . Begitupun, bapaknya tetap saja meyakinkannya , akhirnya anaknya berani melompat dan ditangkap oleh bapaknya dan selamat !.
Keberanian itu muncul karena hubungan emosional anak dengan bapak; diimaninya bahwa bapak tidak mungkin mencelakakan anaknya atau sebuas-buasnya harimau, tidak mungkin menerkam anaknya ! [Bagaiman dengan anda? percayakan dengan kelahiran Yesus Kristus?]
Sumber
Pdt. P. Saguntung SIP, MSi
Kantor Pusat GKPM, Nemnemleleu, Sikakap PUS, Mentawai Sumbar,
Khotbah Sekber United Evangelical Mission [UEM], ktr pusat HKBP Pearaja Tarutung
Pdt. Banner Siburian MTh, Prases HKBP Distrik-XXVII Kaltim-selatan
Pdt. P. Saguntung SIP, MSi
Kantor Pusat GKPM, Nemnemleleu, Sikakap PUS, Mentawai Sumbar,
Khotbah Sekber United Evangelical Mission [UEM], ktr pusat HKBP Pearaja Tarutung
Pdt. Banner Siburian MTh, Prases HKBP Distrik-XXVII Kaltim-selatan
Tuesday, 16 December 2014
MENYAMPAIKAN INJIL KEPADA ORANG-ORANG SENGSARA
Warta Jemaat No. 50-14 Desember 2014 Untuk Kalangan Sendiri
Bacaan Firman.:
Yesaya 61 : 1 - 4, 8 - 11
Bacaan Firman.:
Yesaya 61 : 1 - 4, 8 - 11
1.
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia
telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang
sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan
pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang
terkurung kelepasan dari penjara,
2. untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
3. untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
4. Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
8. Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
2. untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
3. untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
4. Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
8. Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
9.
Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di
tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat
mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati
TUHAN.
10. Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
11. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.
10. Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
11. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.
Sebagaimana diketahui, setelah bangsa Israel kembali dari pembuangan Babel ke Yerusalem, kehidupan mereka tidaklah langsung berubah. Perikop ini mengandung hal kesaksian dan kabar baik. Apalagi situasi ekonomi dan politik tidak menentu ketika Koresy - yang mengijinkan mereka exodus - meninggal dunia. Para imam menyalahgunakan kedudukannya sehingga rakyat frustasi, bahkan diantaranya kembali menyembah berhala, hingga nabi Yesaya mengembalikan semangatnya untuk kembali taat kepada Tuhan.
Sebagai umat, bagaimanapun juga harus berkenan bersaksidan menyampaikan kabar baik, yang ditujukan kepada orang di sekitar kita, baik dengan orang yang belum mengenal Kristus maupun yang sudah, untuk memahami makna keselamatan.
Melalui teks kotbah ini, berita keselamatan itu dinyatakan Allah melalui perantaraan para nabi Yesaya.Kabar keselamatan itu dihubungkan dengan tahun Yobel. Karena melalui tahun Yobel itu, umat Tuhan mengenang, merayakan dan merasakan kembali kehangatan kasih dan kuasa Tuhan ketika membebaskan umatNya dari belenggu penderitaan.
Nabi Yesaya diurapi Tuhan menyampaikan kabar baik [ayat 1,9], yang nampak dari perkataan dan tindakannya. Itulah sebabnya, hendaknya Roh Tuhan untuk tidak kita padamkan, tetapi menyala, serta jangan menganggap remeh nubuatan [ 1 Tes 5:19-20]
Diingatkan bahwa Tuhan Yesus adalah pemenuhan dari semua berita keselamatan. Dia menyampaikan dan sekaligus pembawa kabar baik itu. Yesus adalah personified massage of salvation. Dialah berita keselamatan itu.!
Memang ada 3 ciri orang mendengar kotbah [1] seperti kanal air {bubusan}, yang masuk dari kiri keluar dari kanan [2] seperti saringan santan kelapa, yang airnya keluar kemudian tertinggal sampahnya [3] seperti menampi beras, yang akhirnya tertinggal beras yang diharapkan.
Jika kita terpanggil melanjutkan pengutusan Yesus, berita kabar baik itu agar disampaikan seturut dengan kehendaknya. Hal yang penting ialah agar tindakan serupa dengan apa yang diucapkan! kuasailah Firman dan beritakanlah, tetapi dalam urapan Roh Kudus.!
Sumber: Pdt. Juliver Lumbantobing M.Th. Pdt. Dr. M Frans Ladestam Sinaga
Monday, 3 November 2014
ALLAH TEMPAT PENGUNGSIAN
Warta Jemaat No. 44-2 November 2014 Untuk Kalangan Sendiri
Bacaan Firman:
Mazmur 43 : 1 - 5
Bacaan Firman:
Mazmur 43 : 1 - 5
1.
Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku
terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan
orang curang!
2.
Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang
aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
3.
Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan
dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
4.
Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah
sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya
Allah, ya Allahku!
5.
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di
dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi
kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Thema nats ini menggambarkan bahwa umatNya memohon perlindungan atas ancaman dari orang yang tidak patuh kepada Allah di sekitarnya. Mereka merasa diungsikan/dibuang, namun sesungguhnya Allah adalah tempat mengadu dan tempat mengungsi.
Seturut dengan itu, dalam perikop ini ada 3 kebutuhan yang diserukan oleh pemazmur kepada Allah :[1] keadilan, [2]perjuangan perkara, [3] minta perlindungan atas orang yang menipu dan orang yang curang kepada mereka! (Maz:42:1).
Sebagaimana dalam epistel minggu hari ini, Timoteus mengungkapkan bahwa jemaat Tesalonika meskipun solid namun tertindas. Pemazmur melihat sepertinya Allah tidak memihak kepada umat yang benar; yang dalam realita hidup sekarang ini, atau Allah justru memberkati orang yang tidak berlaku adil sementara yang berbuat baik, memperoleh hidup yang tidak sejahtera, sedang yang perilakunya tidak benar diberkati oleh Allah. selain itu, umat terancam dari orang yang tidak saleh, sehingga perlu disertai, dilindungi dan diluputkan !.
Tak ada kata lain, bahwa Allah adalah tempat mengadu, tempat berlindung, dan ataupun tempat pengungsian. Karenanya anggapan pemazmur bahwa umatnya dibuang , sesungguhnya Allah adalah tempat pengungsian. (Tempat pengungsian adalah zona aman dari marabahaya).
Ketidakadilan dilingkungan keluarga bahkan negara, bisa saja terjadi mulai dari hal yang kecil bahkan hal yang besar. Sadar atau tidak, sesungguhnya Allah membawa kita kejalan yang benar, sehingga kita tidak terkontaminasi dari penipuan atau kecurangan orang. Kita tidak boleh kalah oleh penderitaan yang kita alami, karena Yesus pun mengalami penderitaan di kayu salib [1 Petr 2: 21-25]. Dengan demikian, maka kita dengan sukacita dapat senantiasa memuji dan memuliakan Tuhan.
Umat Tuhan diingatkan agar senantiasa jangan takut dan jangan gelisah,serta tetap hidup didalam jalan Tuhan. Dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, pasti akan ada pertolongan dan kemenangan .sebab Allah adalah penguasa dunia dan sorga !.
Sumber: Pdt. Erde Berutu STh & Pdt. Dr. Binsar J. Pakpahan
Subscribe to:
Posts (Atom)