GKPI Bandung

Visi:GKPI sebagai Persekutuan Rohani dan Agen Perubahan/Pembaharuan.
Misi:GKPI sebagai tubuh Kristus, menjalankan sungguh-sungguh Tri Tugas Panggilan (Apostolat, Pastorat dan Diakonat).


Sunday, 17 February 2013

SETIA DALAM PENCOBAAN

Warta Jemaat No. 07_17 Februari 2013                                                                                                                                    Untuk Kalangan Sendiri


Hal Yesus dicobai di padang gurun adalah hal yang sudah dikenal secara luas dikalangan Gereja. Percobaan itu terjadi setelah Yesus berpuasa 40 hari/malam. "Padang gurun dan angka 40 adalah kisah yang dikenal dalam sejarah Israel dan ke-Yahudian, yaitu peristiwa keluaran dan perjalanan di padang gurun 40 tahun dibawah kepemimpinan Musa. Musa adalah hamba Allah yang menerima Thora; Firman Allah yang berisi panggilan kepada manusia, bahwa hanya Allah yang disembah dan dituruti, Allah yang adil dan menghendaki agar manusia hidup dalam keadilan (Dasa Titah I - IV, V - X). Firman Tuhan (Thora) itu bukan hanya perkataan, tetapi juga perbuatan Tuhan sebagaimana Ia menyatakannya ddalam peristiwa keluaran dan sejarah perjalanan umat Israel di padang gurun.

Mateus memakai kisah "eksodus/keluaran" itu sebagai analogi kepada Yesus. Yesus adalah Mesias yang menggenapi Torat Musa dan nabi-nabi (Mateus 17:4) dalam dua aspek.
  1. Yesus adalah Musa baru yang menyatakan Firman dan kehendak Allah . Dia adalah Guru dan Nabi yang benar , yang datang dari Allah.
  2. Yesus adalah pelaku Taurat yang benar. Apa isi dan dan panggilan utama taurat itu?. Isi dan panggilan yang utama adalah penyembahan dan persembahan kepada Allah (Titah I - IV) dan keadilan/kah terhadap sesama (Titah V - X).
Dalam konteks itulah disajikan dalam Injil Mateus yang menggambarkan polemikberkepanjangan antara ahli-ahli taurat dengan Tuhan Yesus. Para ahli Taurat memakai taurat sebagai hukum-hukum kesucian agama secara formal, material dan lahiriah, malah mereka menuduh Tuhan Yesus sebagai seorang yang melanggar atau menajiskan, atau bahkan mau meniadakan hukum taurat. Tetapi Yesus berkata : Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu kata atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum taurat , sebelum semuanya terjadi (Mateus 5:18). Jika hidup keagamaanmu tidak lebih  benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk kerajaan sorga (5:20). Yesus adalah penggenapan dan pemberlakuan taurat secara formal, tetapi juga secara esensi dan substansi dari taurat itu yaitu menyembah dan mengasihi Allah yang adil dan berlaku adil mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (mateus 22: 37 - 39). Hidup keagamaan yang diperintahkan Taurat disarikan dalam Mateus 6 : 1 - 21. Nats ini berkisah tentang salh satu kewajiban agama, yaitu berpuasa. Yesus tidak menghilangkan puasa sebagai salah satu unsur beragama dalam membangun iman kepada Tuhan. Puasa bukan sekedar kewajiban agama tetapi memperlihatkan hakekat  dari hidup dan aktivitas agama yang benar. Puasa Yesus disini dilakukan dalam menuai pelayan-Nya. Itu berarti puasa adalah dalam rangka memberikan dirinya untuk melayani/mengasihi orang lain (band: Puasa untuk memperleh sesuatu bagi diri_Nya sendiri). Tujuan melaksanakan kewajiban yang salah makin diperlihatkan dalam kisah pencobaan iblis kepada Yesus. Hal percobaan adalah perkara yang dikenal semua agama dengan berbagai penyeban dan akibatnya. Kisah pencobaan dalam agama-agama memperlihatkan tentang hakekat tujuan manusia yang baik dan yang jahat, yang benar dan sesat. dalam nats ini disebut "iblis"dalam arti yang luas. Iblis adalah personifikasi dari penggoda atau godaan; baik yang datang dari internal maupun eksternal dari diri seseorang yang berpengaruh atau menggerakkan seseorang kepada tujuan hidup dan tujuan pekerjaannya, yang menyimpang dari seharusnya. Petrus pernah ditegur sebagai iblis ketika pemahaman, pendapatnya tentang Yesus keliru, yang harus mati dan disalibkan (Mateus 16: 23). dalam Yakobus 1 : 12 - 14, percobaan adalah dunia (dengan segala kemewahannya) yang memikat yang menjadi percobaan bagi keinginan manusia untuk melakukan kejahatan. Dalam nats ini godaan itu diungkap dalam bujukan iblis (sebagai yang jahat dan sesat kepada Yesus, sebagai yang baik dan benar). Semua yang diutarakan iblis adalah menandakan kehidupan beragama/beriman yang bertujuan kepada kebutuhan lahiriah dan duniawi/sekuler (kebutuhan fisik dan kemegahan dunia). Dalam Mateus 6 : 25 - 34 disebut itulah yang dicari oleh bangsa-bangsa dan penyembah berhala. Tapi Kristus dan kepada pengikutnya diserukan Mateus 6: 33; Roma 14: 17 - 18, tentang apa dan bagaimana kerajaan Allah itu.

Pesan dari Nats:
  1. Yesus adalah Mesias, Musa baru, yang memanggil dan memimpin umatnya menjadi umat kerajaan Allah. Umat percaya kepada Yesus Kristus bukan untuk mencari makan dan kebutuhan diri sendiri, melainkan berbagi.
  2. Perlu pertobatan dari pemahaman yang salah tentang pemahaman dan praktek menggereja yang salah. Gereja sebagai persekutuan orang percaya dalam Yesus Kristus, bukan tempat/persekutuan yang mengejar hal-hal lahiriah yang ekonomis bagi diri sendiri. Gereka sebagai persekutuan haruslah memperlihatkan tanda-tanda kerajaan Allah, yaitu hidup dalam persekutuan yang berbagi, melayani, mengasihi orang lain yang bersumber dari Kasih Kristus yang telah mempersembahkan tubuh-Nya bagi manusia berdosa dan hina. Berita ini semakin penting bagi gereja, karena kecenderungan dunia sekarang adalah dunia yang mengejar dan mengagungkan hal-hal sekuler dan dunia.
Sumber bacaan Mateus 4 : 1 - 11

Disadur dari Suara GKPI.

Tuesday, 12 February 2013

MENGIKUT TUHAN YESUS

Renungan Singkat, Selasa. 12 Februari 2013                                                                                                         Untuk Kalangan Sendiri



Siapa bilang mengikut Tuhan Yesus itu gampang? Kalau sekedar ikut-ikutan, ya gampang. Tetapi kalau mau serius,sepenuh komitmen dan dengan kesadaran akan “harga yang harus dibayar”, jelas tidak gampang. ‘SETIAP ORANG YANG MAU MENGIKUT AKU, IA HARUS MENYANGKAL DIRINYA, MEMIKUL SALIBNYA SETIAP HARI DAN MENGIKUT AKU” (Lukas 9:23).
Apa artinya menyangkal diri dan memikul salib,dan kenapa pula itu tidak mudah?
  • MENYANGKAL DIRI = MENAHAN DIRI
    • Mengesampingkan ego,keinginan pribadi,kepuasan pribadi,kenikmatan pribadi demi sesuatu yang lebih bermakna.
    • Tidak mudah,sebab manusia memiliki kecenderungan mencari enak ,melakukan segala hal yang menyenangkan dirinya. Hal sederhana saja kadang kita tidak dapat menahan diri, ditengah kebaktian/ibadah  untuk tidak berbincang-bincang sendiri, berfacebook ria,ber-sms dsb. Ingat teguranNYA pada para murid dlm Markus 14 : 37 b “Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam ?” .  Banyak hal-hal yang kelihatannya sederhana tapi jika tidak senantiasa menyangkal diri, maka akan menimbulkan hal-hal besar yang merugikan diri kita yaitu kita kehilangan prioritas yang lebih berharga dalam hidup ini.
  • MEMIKUL SALIB = BERSEDIA MELAKUKAN/MENANGGUNG SESUATU DEMI IMAN KITA KEPADA YESUS KRISTUS
    • Dan semua itu dimulai dari perkara-perkara kecil dalam tindakan sehari-hari. Tidak mudah, sebab manusia memiliki kecenderungan tidak mau repot,tidak mau berkorban,tidak mau kecewa dsb. Sering banyak yang memilih bersembunyi dibalik salib,padahal dalam Alkitab Tuhan Yesus menyuruh memikul salib. Tapi ingat salib Kristus yang harus kita pikul bukan salib yang kita buat sendiri sebagai akibat dari kedagingan kita. Hal sederhana saja kadang kita meletakkan salib-NYA disaat kita disakiti oleh perkataan sesama, maunya menyimpan dalam nafsu dendam. Ingat  dalam I Korintus 13:5……dan tidak menyimpan kesalahan orang lain”. Mengikut Tuhan Yesus ada saatnya kita mersa bimbang, terutama ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
Begitulah, menyangkal diri dan memikul salibNYA memang bukan perkara gampang dan sederhana. Sebab itu kita harus menguasai atau menundukkan diri sendiri. Itulah yang harus kita lakukan kalau mau mengikut Kristus, kekuatanNYA yang memampukan kita untuk menyangkal diri dan pikul salibNYA sampai akhir hidup kita.


Sunday, 10 February 2013

KEMULIAAN TUHAN MEMERDEKAKAN

Warta Jemaat No. 06-10 Februari 2013                                                                                                                                     Untuk Kalangan Sendiri

Semua manusia membutuhkan kemerdekaan/kebebasan dari hukum dosa yaitu maut. Bagaimanakah hal itu dapat terjadi dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?.

Ketika Roh melaksanakan kuasanya yang berdaulat, disitulah ada kemerdekaan (lihat 2 Kor 3:6-9 dan Gal.9:4). Roh inilah yang dalam injil, menghasilakan kemerdekaan dari dosa dan maut (Roma 6 : 18, 22 - 23). Kemerdekaan yang cemerlang bagi anak-anak Allah dari ikatan yang menuju kematian. Kepemilikan Roh di masa kini menjadi jaminan  kebebasan dari kefanaan (2 Kor. 5 : 5). Secara khusus Paulus melihat kemerdekaan yang diberikan Roh itu kepadanya sebagai seorang Rasul adalah keberanian menyatakan kebenaran secara terus terang (ayat 12).

Kemuliaan yang dapat kita lihat dalam Injil (2 Kor. 4 : 4 + 6) Kristus adalah bayangan atau cermin dari kemuliaan Allah. Mereka yang melihat kemuliaan sang anak, akan menyaksikan kemuliaan yang lebih besar daripada yang disingkap dari peristiwa Keluaran (Yoh. 1 : 14) Mereka diubah menjadi serupa dengan gambarNya. Sementara, Roh memberikan jaminan kepada kita bahwa kemuliaan itu akan kita miliki kelak ( 2 Kor. 1 : 25, 5:5).

Renungan
  1. Menjadi orang Kristen kadangkala tiddak terlihat keistimewaannya/kemerdekaannya sehingga tidak berbeda dengan dunia, khusunya ketika mengalami penderitaan. Kegairahan, semangat hidup hilang padahal sebagai pengikut Kristus yang telah dimemerdekakan oleh kemuliaan Allah, walaupun menderita tetapi tetap semangat dan kuat.
  2. Kadang kala perasaan negatif menutupi kemuliaan Tuhan yang telah memerdekakan. Dengan tetap memelihara perjumpaan dengan Allah, orang kristen pasti mengalami kemerdekaan yang diperoleh dari Tuhan. Untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan harus memiliki sikap tunduk dan takut kepada Allah, karena sikap ini akan menyingkap selubung mata hati kita untuk merasakan kemerdekaan yang diperoleh dari kemuliaan Allah (2 Kor. 3 : 13 - 18).

Sumber bacaan : Suara GKPI

Sunday, 13 January 2013

DENGARLAH DIA YANG BERKUASA

Warta Jemaat No. 2-13 Januari 2013                                                                                                                               Untuk kalangan Sendiri        


Yohanes, anak pasangan Zakharia dan Elizabeth, tampil sebagai "pelopor' jalan bagi Mesias yang dinanti-nantikan itu.Dengan lantang, ia menyampaikan (khotbah) bahwa Tuhan akan datang. Oleh karena itu pertobatan merupakan satu satunya jalan selamat. Tema sentral ini ditujukan kepada bangsa Yahudi yang terkenal memiliki "kesombongan nasional" yakni sebagai "umat pilihan Allah". Padahal mereka hidup dan berperilaku menyimpang dari kehendak Allah. Konsep pemahaman yang sedemikian membuat mereka merasa diri tetap berada dalam posisi aman/nyaman, padahal semua itu adalah sesuatu yang semu (palsu). MengutipYesaya 40, kedatangan Tuhan semua hal harus dipersiapkan karena Dia yang berkuasa.

Sebagai renungan nats hari ini :
  1. Gereja, dalam hal ini orang percaya, ditantang untuk melihat dirinya dalam kerangka hubungan dengan Tuhan. Apakah Gereja menyadari bahwa pertobatan adalah bagian dari pengampunan Allah.
  2. Yohanes 1:14 Kehadiran-Nya untuk membaharui dan menyelamatkan umat manusia. Beriman kepada Kristus dimulai dengan baptisan, yaitu baptisan di dalam nama  AllaH Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus.yang merupakan tanda bahwa kita menyatu kepada kematian dan kebangkitan Kristus. Disamping itu penerimaan terhadap baptisan kudus adalah juga sebagai tanda bahwa dosa kita ditelorir didalam kehidupan orang percaya.
  3. Menerima Kristus sebagai Juru Selamat memiliki konsekuensi yaitu kesediaan mengikuti pola yang dihadirkan Kristus. Artinya setiap orang percaya harus konsisten mengikuti teladan Kristus sepanjang hidupnya. Namun dalam realistasnya kehidupan orang percaya nampaknya masih didominasi  sifat dan karakter duniawi.
Nats bacaan: Lukas 3: 15 - 17; 21  22


Sumber renungan Suara GKPi edisi Desember 2012

Sunday, 6 January 2013

KEADILAN BAGI ORANG YANG TERTINDAS

Warta Jemaat No. 1-6Januari 2013                                                                                                                                            Untuk Kalangan sendiri

Mazmur adalah Mazmur penantian Salomo menjadi raja. Dalam Mazmur ini kita diajak untuk melihat akan arti dan makna sebagai raja. Raja tidak bertindak atas kehendak sendiri. Raja adalah sebagai wakil Tuhan "Meminta petunjuk" dari Tuhan.

Didalam melaksanakan tugasnya, raja adalah penyelenggara apa yang Tuhan kehendaki. Pemimpin adalah "seorang Raja" baik didalam Gereja, instansi, lembaga, ataupun keluarga.

Pertanyaan yang kita ajukan kepada diri kita adalah apakah kita sudah bertindak adil? jika kita menjawab ya! maka kita perlu menguji keadilan yang dari Tuhan kah atau  dari dunia ini. 

Perlu diketahui kepemimpinan bagi seseorang bukanlah suatu hal yang permanen dihadapan Tuhan. Sewaktu-waktu Tuhan dapat mengambil atau meninggalkan seorang jika ia tidak berlaku adil.

Minggu ini adalah minggu  Epiphanias yang artinya pertanyaan. Bagi kita dinyatakan akan arti dan makna bagi kehadiran dari seseorang raja. Raja itu adalah Yesus Kristus, yang menyatakan kerendahan hatinya. Ketulusannya didalam mengemban tugas pelayanan yang Allah berikan kepada-Nya. Untuk itu baiklah setiap orang yang merasa dirinya pemimpin untuk melihat Nats ini sebagai acuan didalam bertindak.

Sumber bacaan :Mazmur 72:1 - 7 + 11 - 14.



Suara GKPI, edisi Desember 2012.



Pendeta Resort, BPH Jemaat GKPI Bandung mengucapkan:
"SELAMAT NATAL 2012 DAN SELAMAT TAHUN BARU 2013"
Semoga Kasih Tuhan Memberkati Bapak/ibu sekeluarga serta pelayaan & karya yang  bapak/ibu/saudara sekalian lakukan setiap hari berkenan bagi Tuhan. 
Tuhan Memberkati.

Sunday, 11 November 2012

PENGORBANAN KRISTUS BERLAKU DAN BERKUASA SATU KALI UNTUK SELAMANYA

Warta Jemaat No. 46_11 Nopember 2012                                                                                                                                  Untuk Kalangan Sendiri


Yesus Kristus adalah model tentang pengorbanan. Sebab dengan jelas dikatakan Yesus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia. Yesus sungguh sungguh menghadap hadirat Tuhan guna kepentingan kita. Yesus lebih tinggi dari malaikat (Ibrani 1:1-2:18) dari Musa (Ibrani 3:1-19) dari Yosua (Ibrani 4:1-13). Ia tidak dapat diperbandingkan atau disetarakan dengan siapapun. Mengapa ungkapan ini muncul dalam kitab Ibrani ini? Karena Yesus diperhadapkan dengan tokoh-tokoh yang ada di dalam Perjanjian Lama. Hal ini bisa jadi terjadi karena orang banyak memandang bahwa keyahudian itu lebih utama dibandingkan dengan yang lain. Sehingga di dalam tema-tema Kitab Ibrani memunculkan tokoh-tokoh dalam Perjanjian lama termasuk Iman.
Kitab Ibrani menitikberatkan makna Iman (atau percaya) daripada tindakan. Sebab tindakan atau perbuatan ini dipahami adalah oleh karena didorong oleh iman. Kitab ini juga memberi arti yang lebih dalam tentang mempersembahkan diri. Yesus dipahami telah mempersembahkan diriNya sekali untuk selamanya. Sebuah pengurbanan yang tiada taranya, yang tidak dapat diulang-ulang dan pengorbanan itu adalah dengan darahnya sendiri. Dibandingkan dengan para imam yang setiap tahun mempersembahkan korban namun bukan dengan darahnya sendiri. Ay 26-28 dinyatakan tentang arti dari pengorbanan Yesus yaitu menanggung dosa orang banyak.

Pembahasan nats
Melalui pembacaan Firman Tuhan yang pertama yaitu Mazmur 146, Pemazmur mengalami dalam hidupnya bahwa Allah satu-satunya penolong dalam hidupnya, sehingga dia bersaksi : Pujilah Tuhan hai jiwaku, Aku hendak memliakan Tuhan selama aku hidup dan bermazmur bagi Tuhan selagi aku masih ada.
Dari ayat 24 nats khotbah menyatakan bahwa Yesus melalui kematianNya di kayu salib adalah pengorbanan yang tiada bandingnya dan peristiwa yang tidak dapat diulangi. Yesus rela menderita dan mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia. Pada ayat 25 -26, Pengorbanan Kristus adalah satu satunya pengorbanan yang sempurna yang tidak berulang ulang sehingga masuk kedalam surga, pengorbananNya untuk menghapus dosa dunia. Pekerjaan pengorbanan Kristus bukan seperti pekerjaan para imam bangsa Israel yang telah menunjukkan upacara setiap tahun, dimana dia mengambil darah binatang yang dibawa ketempat yang Mahakudus pada saat pengampunan dosa. Pengampunan dosa oleh para imam dengan darah binatang adalah sementara dan tidak sempurna. Keselamatan yang sempurna hanya terjadi oleh karena pekerjaan Yesus sendiri. Kristus telah menyatakan kebenaran dan keadilan Allah (Roma 3 : 25 -26), sehingga jalan masuk kehadirat Allah telah terbuka dan takkan pernah tertutup. Walaupun manusia selalu berbuat dosa dan berbuat dosa tetapi bukan berarti Kristus harus mengorbankan diriNya berulang ulang lagi.
Dalam ayat 27 -28, sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Dia datang kembali untuk selamanya dan untuk membuktikan kebenaran iman pengikutNya sendiri. Kedatangan Kristus yang kedua kali adalah merupakan hari yang sangat dahsyat, itu merupakan hari kebahagiaan bagi orang yang percaya tetapi hukuman bagi orang yang tidak percaya.

Aplikasi
Manusia yang sudah jatuh kedalam dosa hanya Yesus Kristuslah yang dapat menyelamatkannya. Tidak ada jalan yang lain hanya melalui Dia.
Manusia yang hidup didunia banyak mengalami penderitaan, suka duka, tawa dan tangis silih berganti, siapakah yang dapat menolongnya? Hanya Yesus yang dapat menolongnya dari beban beratnya.
Karena Tuhan Yesus telah menembus penghalang antara manusia dengan Allah maka orang percaya bisa setiap saat berbicara kepada Allah melalui doa-doanya untuk minta pertolongan. Apa yang dikatakan dalam mazmur 146, bahwa Allah itu adalah Allah yang adil, pembela orang orang yang ada dalam penderitaan, memberi makan orang yang lapar, membebaskan orang orang yang terkurung dan Ia membuka mata orang yang buta. Artinya Allah itu peduli kepada orang orang yang berada dalam kesusahan, kelamahan, ketertekanan, kesepian karena ditinggalkan oleh orang orang yang dikasihina. Mari selalu datang kepada Allah karena Dialah satu-satunya penolong kita. Amin.

Suara GKPI, edisi Oktober 2012

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong
yang Harapannya pada Tuhan Allahnya
 (Mazmur 146 : 5)

Saturday, 27 October 2012

TUHAN MENEBUS DAN MENGUMPULKAN UMAT-NYA

Warta Jemaat No: 44_28 Oktober 2012                                                                                                                                     Untuk Kalangan Sendiri



Membaca kitab Yeremia kita berhadapan dengan kesedihan dan tantangan. Kesedihan mengenai umat Tuhan yang dihukum dengan kehancuran negerinya dan kemudian dibawa sebagai tawanan ke negeri asing. (Bacalah Mazmur 137 mengenai kesedihan mereka di pembuangan Babilonia.) Tetapi juga kesedihan atas nasib Yeremia sendiri, yang selain menubuatkan penderitaan bangsanya, dia sendiri ditolak, hendak dibunuh, dan kemudian dipenjarakan penguasa (pasal 26, 37); keluarganya menentang dan mengkhiatainya (12:6). Ia sampai menyampaikan protesnya kepada Tuhan (12:1-4). Nabi Yeremia mendampingi umat Tuhan, ketika masih aman di Yerusalem, selama pengepungan tentara Babilonia, dalam pengungsian ke Mesir, dan kemudian di pembuangan.
Tetapi Kitab Yeremia juga mengandung harapan bahkan kegembiraan. Yeremia tidak hanya diutus “untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan” melainkan juga “untuk membangun dan menanam” (1:10). Sekali pun di negeri orang sebagai tawanan, umat Tuhan didorong untuk berpikir dan bertindak positif memajukan kehidupan bersama masyarakat yang menindas mereka. Mereka diminta mendirikan rumah, berkebun, bahkan menikahkan anak-anak mereka. (29: 4 dst).

Pembahasan nats
Ayat 7, menjelaskan bahwa umat harus bersorak sukacita atas keselamatan yang Tuhan telah lakukan. Sebab keselamatan yang Tuhan karyakan tersebut membuat Israel dan Yehuda kembali tampil sebagai pemimpin bangsa-bangsa. Dalam arti Israel dan Yehuda harus menjadi berkat keselamatan kepada bangsa-bangsa. Karena itu, di dalam sorak-sorai dan sukacita umat, mereka diingatkan dan diperintahkan oleh Tuhan untuk mewartakan dan mengatakan bahwa Tuhan telah menyelamatkan sisa-sisa Israel.
Ayat 8, menjelaskan bahwa keselamatan yang Tuhan lakukan terhadap umat-Nya berwujud kesatuan yang menyeluruh. Tuhan tidak hanya mendatangkan umat-Nya yang tertawan dari Utara, tetapi juga mereka yang tersebar ke ujung-ujung bumi. Semua orang yang tersisa dari umat Tuhan diselamatkan dan dibawa kembali ke negeri mereka, termasuk yang buta, lumpuh, perempuan yang mengandung dan melahirkan.
Ayat 9, menjelaskan bahwa umat tidak tahan melihat kebaikan Tuhan yang telah menyelamatkan mereka sehingga mereka menangis ketika kembali ke negerinya. Tetapi Tuhan menghibur mereka dalam perjalanan mereka. Dan ketika mereka sudah berkumpul dan bersatu sebagai umat Tuhan di negerinya maka Tuhan juga akan memimpin dan menjaga mereka sebagai seorang bapa terhadap anak kandungnya, sehingga mereka terus terpelihara dan tetap berjalan di jalan Tuhan sehingga tidak lagi tersandung dan jatuh.

Aplikasi
Tindakan penyelamatan Tuhan, memang tertuju kepada Israel sebagai umatNya, namun bersifat menyeluruh/universal; meliputi semua orang tanpa membeda-bedakan serta meliputi segala bangsa. Tidak hanya orang-orang sehat dan kuat, tetapi yang buta, lumpuh dan lemah; tidak hanya laki-laki, tetapi juga perempuan, bahkan yang masih mengandung dan baru melahirkan, Keselamatan dari Tuhan itu juga sekaligus mengubah duka dan air mata menjadi sukacita penuh sorak-sorai.
Umat kristen tentu sangat patut untuk bernyanyi gembira, karena Allah yang penuh belas kasih telah menyelamatkan kita. Sekalipun kita sempat menjadi anak yang hilang dari hadapanNya, tetapi oleh kematian dan kebangkitan Yesus, kita kembali kepada Bapa yang penuh kasih sayang. Di dalam sukacita yang penuh sorak-sorai itu, kita diingatkan oleh Tuhan untuk mewartakan dan mengatakan bahwa Tuhan telah menyelamatkan. Sekalipun dalam menjalani kehidupan ini kita selalu menghadapi pergumulan, tetapi pada kenyataannya kita dimampukan melewati badai demi badai tersebut. Melihat kenyataan ini, seyogyanya kita bersyukur. Kita patut mensyukuri, bahwa segala hidup yang kita miliki semata-mata hanya karena anugerah Tuhan. Sebagai umat Kristen, kita menyadari bahwa hidup kita ditopang oleh kasih karunia Tuhan. Kita diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan dan hidup kita setiap saat dipenuhi oleh kasih karunia Tuhan. AMIN

Suara GKPI, edisi Oktober 2012

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (Yesaya 53 : 6)