GKPI Bandung

Visi:GKPI sebagai Persekutuan Rohani dan Agen Perubahan/Pembaharuan.
Misi:GKPI sebagai tubuh Kristus, menjalankan sungguh-sungguh Tri Tugas Panggilan (Apostolat, Pastorat dan Diakonat).


Sunday, 6 April 2014

TUHAN MEMBANGKITKAN KITA DARI KETERPURUKAN

Warta Jemaat No. 14 - 6 April 2014                                                                                                                                  Untuk Kalangan Sendiri

Bacaan Firman : Yehezkiel 37 : 1 - 14
Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN." 

Penglihatan, perumpamaan yang berani, dan perbuatan  simbolik tergambarkan dalam kitab Yehezkiel. Memang demikian ciri seorang penubuat, seperti memiliki indra yang lain, karena dia dituntun oleh Roh Kudus. Firman diterimanya secara simbolik, bukan saja enak didengar, tetapi dapat dilihat, disentuh dan dirasakan secara nyata.
Yehezkiel adalah seorang penubuat yang turut serta dalam pembuangan Babel - yang saat itu - Yehezkiel belum menjadi penubuat. Dia dipanggil oleh Tuhan tahun 593 sM, ditepi sungai Kebar di Babel {Hes1:1-3}; kekuasaan Tuhan meliputinya, lalu ia melihat tulang-tulang yang sudah kering di lembah sungai itu, memperlihatkan betapa sedihnya pembantaian orang Israel oleh bangsa Babel!.

Dengan kuasa Tuhan, Yehezkiel menghidupkan kembali manusia yang berserakan di lembah itu, dengan nubuatnya: aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali, memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, menutupi kamu dengan kulit dan memberi kami nafas hidup, supaya kamu hidup kembali dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN [Hes 37:5-7].

Tulang-tulang kering yang dihidupkan kembali melambangkan bahwa bangsa Israel hidup dipembuangan Babel. Nubuat Yehezkiel, dialamatkan kepada 2 hal, yaitu : kepada tulang-tulang , dan kepada nafas kehidupan; masing-masing diluar akal manusia. Mereka dinubuatkan nafas hidup, yang didatangkan dari empat penjuru mata angin [Hes.37:9]

Hal yang perlu kita renungkan dalam nats ini ialah, jangan mengandalkan diri tetapi andalkan Kuasa Tuhan ! jangan seorang pun yang menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan !Serahkan diri anda kepada Tuhan; menyerahkannya tidaklah sejauh perjalanan Bandung ke Bonapasogir, tetapi sejauh DOA ! Manusia diperbudak, di era pembuangan Babel, sesungguhnya masih terus berlangsung.  Dulu, benar-benar diperbudak secara fisik tetapi sekarang diperbudak oleh dosa dengan berbagai dampak. Ketahuilah, bahwa Tuhan membela yang tertindas, tetapi sebatas kepada orang yang saleh dan tidak curang [Maz. 43 : 1a]. Jika Bangsa Israel hidup kembali karena Firman, dapatkan anda memperoleh Kasih Karunia seperti itu?

Sumber : Pdt. PL. Hutauruk, Suara GKPI, Pdt. Marolop Sinaga , Impola Jamita HKBP

Sunday, 23 February 2014

MANGANTUSI JALA MANGHANGOLUON HATA NI DEBATA

Warta Jemaat No: 08-23 Februari 2014                                                                                                                         Untuk kalangan sendiri


Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya. Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba. Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!. Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu. Lalukanlah celaku yang menggetarkan aku, karena hukum-hukum-Mu adalah baik. Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu! 
(Mazmur 119 : 33 - 40)

Turpuk dibagasan minggu Sexagesima on-na marlapatan manomu-nomu ari parningotan hamamate ni Tuhan Jesus 60 ari nanaeng ro-asa dungo hita di partondian, mangaradoti dohot manghasiholi patik ni Debata. Marhite mangulahon patik ni Debata, gabe siding ma hita sian na mangaulahon dosa.

Parjahat masiboan mansam na do. Adong do na mana-dinghon patik(ayat 53), adong mangaropi(ayat 95), adong roha simeoleol(ayat 113), jala adong manorbangi patik(ayat 126).
Dipaandar 3 (tolu) siauhononta: Parjolo, manghalomohon lomo ni roha ni Debata, ima aturanMi{ay 33, tonaMi{ay 34}, panindangionMi{ay 35}, dalanMi{ay 37}, uhumMi{ay 39}, parenta dohot hatigoranMi{ay 40}. Ndang tarsirang patik i di parbungkas ni bangso i sian tano Misir laho borhat tu tano Kanaan. Patik i do pauliulihon ngolu ni bangso i, ndada gabe boban na so tartuhuk, gariada gabe haroroan ni gogo laho mangulahon lomo ni rohaNa. Tangkas do taboto, bangso Israel na gabe hatoban di tano Misir, marhaposan tu gana-gana an ima tingki di pardalanan tu tono Kanaan. Patik i do gabe hagogoon tu bangso i.

Paduahon, mardalan di dalan ni Debata marhite pangidoan asa condong tu panindangion {ay 36}. Jotjot do jolma manghaginjanghon dirina {egois}, pahata donganna, hut sai mangalului pangomoan portibi nang pe ndang sian dalanna.Sasintongna, molo tung pe mangalului ngolu hita naeng ma nian sian dalan na tingkos. Ido umbahen na dialusi si Johannes soldadu i: unang ma susai, unang ma dobo hamu halak! hasabamhon ma gajimuna; ["jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu" Lukas 3:14]

Patoluhon, mangolu di bagasan hatigoran.Dipangido tu hita laho marojahan tu hatigoran asa mangolu hita {ay-40}. Boi do hilalaon, molo hea hita dibagasan sahit na posa, hilalaon ma arga ni ngolu i.

Ditonga-tonga ni pargulmiton ni ngolu siadapari, mar-ragam do parohaon ni jolma na boi gabe marhonhon dosa. Alani, tapasahat dirinta tu lomo ni rohaNa. Sai mian dibagasan Ahu ma hamu, songon Ahu dibagasan hamu ! Songon ranting i, na so tarbahen marparbue anggo isan dirina, anggo so mian di hau anggur i; laos songon i hamu, anggo so mian di bagasan Ahu hamu {Joh: 15:4}.

Sumber : Suara GKPI & Pdt Dr. Victor Tinambunan, MST (Dosen STT HKBP-Siantar)

Sunday, 16 February 2014

HIDUP DAN DIBERKATI OLEH TUHAN

Warta Jemaat No. 07-16 Februari 2014                                                                                                                                      Untuk kalangan Sendiri


Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.
  Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka." 
( Ulangan 30 : 15 - 20 ) 

Perjalanan Musa dari Mesir ke Tanah Kanaan, adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan keajaiban dan berkat Tuhan; menjelang hari Kematian Tuhan Yesus (Septuagesima=70 hari) diangkat menjadi tema kotbah pada minggu ini. Eksodus ini ditempuh selama 40 tahun, meski sesunggunya jaraknya hanya sekitar 37 km (jarak udara).

Dalam perjalanan itu, Musa memberikan kebebasan memilih kepada umatNya. Memilih antara kehidupan dan kematian, ataupun antara berkat dan kutuk. Hal tersebut ditawarkan, karena martabat bangsa ini sangat rendah di mata Tuhan, yang menduakan Tuhan dan bebal!.
Jika ingin memperoleh kehidupan atau berkat, tentu harus mempertaruhkannya di hadapan Tuhan {1} mengasihi Tuhan, {2} berperilaku baik dengan tulus; tidak munafik, {3} dan mengamalkan firman Tuhan. Musa kembali mengingatkan agar umat Israel tidak slah memilih opsi yang ditawarkannya: mengasihi Tuhan dan berpaut kepadaNya. Dengan demikian, keturunan Abraham, Ishak dan Yakob akan memperoleh berkat dan panjang umur.

Sesungguhnya, Tuhan memberi  berbagai kemudahan asalkan kita mampu memenuhi apa yang Tuhan kehendaki (pangkat, keturunan, kekayaan, jabatan dan gelar). Harus kita sadari, ketika kita memilih yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, sama artinya bahwa kita menolak Tuhan ataupun menolak berkatnya. Sikap menentukan pilihan adalah sikap yang terpuji, asalkan memilih yang benar. Memang adakalanya seseorang sikap mendua karena berkepribadian ganda; tidak memilih diantara opsi atau memilih kedua-duanya, yang disebabkan ketakutan jika salah memilih yang berdampak kepada bisnis, jabatan dan kepentingan lainnya. Firman Tuhan kepada Daud mengatakan: tiga perkara kuhadapkan kepadamu; pilihkah salah satu daripadanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu. (1 Tawarikh 21 : 10). Dilain pihak, ketika Israel telah menolak yang baik - biarlah musuh mengejar dia! {Hosea 8:3}, sebaliknya Yesus berkata: berbahagialah orang yang tidak menadi kecewa dan menolak Aku {Lukas 7:23}

Sumber : Pdt Debora purade Sinaga MTh.
 

Sunday, 3 November 2013

YANG MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH ADALAH SAUDARA YESUS

Warta Jemaat No. 44 _ 3 November 2013                                                                                                                                 Untuk Kalangan Sendiri


Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."( Markus 3 : 31 - 35 )


Diturpuk on, naeng botoonta ; Ise do sisolhot ni Jesus? (Mat. 12:46, Luk. 8:19-21). Asa tangkas, ingkon botoon ma tarombo Na, songon na dipatolhas di Matius 1:1-16; sian mulai si Abraham sahat tu Ibana. Alai ndang apala si solhot partubuon na naeng disosoi di turpuk on!.

Ala ni parmudaron(sisolhot), boi gabe tubu holong, nang pe maralo tu pangalaho ni si Kain na mamunu anggina si Abel. Naeng ma nian tubu holong tu dongan songoni nang tu musu. Hadengganon tu musu, songon na pagukgukhon gara do i tu uluna (Rom 12:20). Ninna Jesus; haholongi ma Debatam, dohot dongan mu songon dirim (Luk. 10:27). Godang Tudos-tudos holong! songon na binaen ni halak Samaria-nang pe ndang siihuthon Jesus-diurupi ibana do halak Jahudi tingki di pardalanan manaripari jalan darah sian Jerusalem -Yeriko. Pangurupion isara diakonia sosial. Didok Jesus; na binahenmuna tu sada sian anggikkuangka na metmet on, na tu Ahu  do i dibahen hamu (Mat. 25:40)

Dungi muse, ise do goaran Kristen? Sepintas, ima na ringgas marminggu, manggarar iuran, sipanunumpahi di Huria. Sasintongna ima na mangulahon lomo ni Debata Kristus i, songon anak sigomgom bagasna; hita do bagasNa (Heber 3:6)

Ise do sisolhot ni Jesus? Jesus mandok: ima na mangulahon lomo ni roha ni Debata; i do anggingku, i do dainang (Mark. 3:35) Ala ni i, dipangido turpuk on tu hita; gabe siulahon hata i ma hamu, unang holan panangi-nangi, angka na paoto-otohon dirina. Ai panangi-nangi di hata i, anggo so diulahon, tudos ma i tu halak na. Pabereng-bereng rupa ni bohina di sorminan (Jak 1:22-23) Ai songon daging i na mate, anggo so martondi; songon i do mate haporseaon na so marulaon (Jak. 2:26).

Sumber: Suara GKPI & Berbagai sumber

Tuesday, 17 September 2013

HIDUP YANG KEKAL

Warta Jemaat No. 37 - 15 September 2013                                                                                                                               Untuk Kalangan Sendiri

Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku.aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin
( 1 Timotius 1 : 12 - 17)

Rasul Paulus dalam suratnya 1 & 2 Timotius  serta Titus, dijuluki sebagai Surat Penggembalaan = parmahanion; ditujukan kepada Timotius di jemaat Efesus dan Titus di jemaat Kreta tentang pelayanan pastoral; keduanya selaku teman se-pelayanan. Pengakuan Paulus dalam masa kelamnya, meskipun menghujat Allah justru sebaliknya memperoleh berkat. Gratia (anugerah) membuahkan gratitude (syukur) dirasakan oleh Paulus. Berdasarkan pengalamannya, Paulus mengingatkan Timotius dan Titus untuk memperoleh hidup yang kekal.

Paulus menganggap dirinya banyak dosa, tapi memperoleh kasih karunia Allah. Dosa bertambah banyak namun disana kasih karunia menjadi berlimpah (Rm. 5:20). Pantasnya ia dihukum, sebaliknya justru memperoleh kasih karunia Allah. Ia pantas ditolak tapi justru dirangkul oleh Allah. Kasih karunia itu diawali oleh iman, dimana ada iman yang sejati, akan membuahkan kasih (Ef. 3:17), sebab iman bekerja melalui kasih (Gal. 5:6). Begitupun, pembaruan hidup hanya terjadi jika bersekutu dengan Yesus.
Ungkapan itu disebut dengan pistos (dapat dipercaya), yang berarti apa yang diucapkan dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan. Inilah penghiburan bagi orang yang bergelimang dosa, yang bisa merasa ragu apakah dosanya akan diampuni?
Diingatkan: bersyukurlah atas kasih karuniaNya, Yesus Kristus mati dan bangkit karena dosa kita, dan bangkit sehingga kita beroleh hidup yang kekal, sebagaimana Paulus kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberitaan Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu (2 Tim. 4:5).

Sumber: Kotbah Sekber United Evangelical Mission

Monday, 9 September 2013

MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN

Warta Jemaat No: 36 - 8 September 2013                                                                                                                                                            Untuk Kalangan Sendiri




"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
(Matius 7 : 15 – 23)

Perikop ini adalah kisah nabi palsu yang menyamar sebagai Nabi: ibar at serigala berbulu domba. Injil dipalsukannya dan bertindak seolah Nabi benaran. Mereka bercirikan setia kepada yang ditokohkannya bukan kepada penciptaNya (Roma 1: 25). Ajarannya bertentagan dengan Firman dan berorientasi kepada mereka sendiri bukan untuk kemuliaan Allah (2 Tim 4:23, Mat 7:24-27), ajaran yang diterimanya adalah ajaran yang menawarkan keselamatan bersifat instant (cepat), sesaat (satongkin).

Matius 5 - 7 aalah kotbah Tuhan Yesus diatas bukit (sermon on the mount), dimana khusus nats ini adalah puncak kotbahNya, yang terdiri dari 2 bagian yaitu tentang nabi palsu (Mat. 7:15-20) dan orang yang mengaku beriman tapi tanpa perbuatan; dengan notabene holan hata , omdo=omong doang (Mat 7:21 -23).

Sekiranya sumber nabi palsu itu berbasiskan Alkitab, pastilah Yesus mengenalnya (Mat 7:23), seperti halnya bagaimana domba mengenal suara penggembalanya (Yoh 10:27). Dilingkungan Gereja bukan tidak mungkin hal serupa terjadi; Yesus tak mengenalnya sekalipun dia mengklaim dirinya sebagai pelayan. 

Kita diajak untuk mengidentifikasi pengajar palsu- yang tampak dari perilakunya - kandungannya adalah perbuatan daging seperti perseteruan, perselisihan, irihati, amarah, kepentingan diri sendiri dan roh pemecah. Bandingkan apa dan bagaimana ajaran Tuhan Yesus. 

Pengikut Kristus harus realistis, karena dewasa ini guru atau nabi palsu terus saja hadir. Baptis disungai Yordan bahkan ketika pergi ziarah ke Jerusalem dibaptis ulang di sungai Yordan tersebut. Pernikahan di Kana diimani lebih bahagia, hanya karena Yesus pernah menghadiri pernikahan disana. 

Sumber : Kotbah Sekber United Evangelical Mission, Impola ni Jamita & Suara GKPI.

Tuesday, 23 July 2013

SALING MENGASIHI

Warta Jemaat No. 29_21 Juli 2013                                                                                                                                          Untuk Kalangan Sendiri

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya  Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." 
(Yohanes 15 : 9 - 17)

Peribahasa mengatakan " Molo hariara bonana, hariara ma nang bulungna, atau molo hariara dangkana, hariara ma nang rantingna'. Dikiaskan, Yesus adalah pohon anggur (Yoh. 15:1) sedangkan Israel digambarkan sebagai kebun anggur (Yeh 17, Yer 2:21, Mzm 80:9-20), yang buahnya tentu menjadi buah anggur yang sempurna. Buah yang sempurna, jika pohon itu mempunyai hubungan tetap antara akar, batang, cabang dengan rantingnya; membentuk suatu sistem. Kita umatNya, tanpa hubungan yang terus menerus denganNya , kita tidak akan berbuah, bahkan kita tahu, begitu besar kasihNya, hingga mempertaruhkan nyawa untuk umatNya (Yoh 15:13)

Jika ranting tidak menghasilkan buah maka ia akan dipotong, supaya ranting-ranting yang tidak subur tidak menggangu ranting yang subur (Yoh 15:2). Artinya, pengikut Kristus yang tak berbuah, imannya mati dan perilakunya tidak akan berbasiskan kasih.

Warga GKPI diharapkan buhan hanya hidup dalam kasih yang "boleh pudar" seperti kasih eros (cinta kasih remaja),  philia (kasih persahabatan, ale-ale), storge (kasih persaudaraan, hubungan darah, parmargaon) tetapi agar tumbuh kasih agape (kasih berbasiskan Kristus). Pengikut Kristus yang tidak berbuah, adalah ranting yang harus dipotong karena tak berguna dan tidak akan menunjukkan kasih. Yesus mengatakan "This is my commandment, that ye love one another , as I loved you". (John 15:12)

Penulis, Pdt. JPE Simorangkir, MTh.
Pendeta Resort GKPI Jaya IV