GKPI Bandung

Visi:GKPI sebagai Persekutuan Rohani dan Agen Perubahan/Pembaharuan.
Misi:GKPI sebagai tubuh Kristus, menjalankan sungguh-sungguh Tri Tugas Panggilan (Apostolat, Pastorat dan Diakonat).


Monday, 26 January 2015

Diramoti DEBATA songon Anak ni Mata

Warta Jemaat No. 4 - 25 Januri 2015                                                                                                                       Untuk Kalangan Sendiri
    
Bacaan Firman :
Psalmen 17 : 8 - 15

8 Sai ramoti ma ahu, songon anak ni mata, sai ondingi ma ahu di linggoman ni angka habongmi.
9 Moradophon parjahat, angka na naeng mangago ahu, maradophon musungku, angka na monsong mangarohai ahu.
10 Sai di hunsi nasida do tabotabona, sai hajungkaton do dihatahatahon pamanganna.
11 Sai diiraniran nasida do nuaeng langkanami, sai dimatamatahon do mangompashon hami tu tano.
12 Tudoshon babiat, na naeng manoro do ibana, jala sobokkon anak ni babiat na mangonggop di aropan.
13 Hehe ma Ho, ale Jahowa, joloani ma, ompashon ibana! Sai palua ma hosangku sian parjahat i hinorhon ni podangmu.
14 Palua ahu, ale Jahowa, marhitehite tanganmu sian angka jolma parroha portibi on, angka na manjalo jambarna di hangoluan on, gok butuhanasida dibahen Ho dohot artam, gabean do nasida di anak, jala tading di pinomparnasida do lobilobinasida i.
15 Alai anggo ahu sai idaonku do sogot bohim, marhitehite hatigoran, pamahaponku ma rohangku marnida rupam, ia dung tarsunggul ahu muse.

Psalmen di hata Indonesia didok Mazmur, bahasa Ibrani Tihillim, marlapatan ende puji-pujian. Bahasa Yunani didok Psaltrion, ima alat musik petik laho uning-uningan. Pandohan psaltrion on do na "domu" tu hata Psalmen, alana Psalmen diendehon marhite hadomuan ni angka umpasa, manang tudos-tudos [bersifat syair]. Dipatolhas di ende i , ima: angka hamuliateon, puji-pujian, panindangion, haporseaon, panolsolion ni dosa. Luhutna Psalmen ima tangiang dohot pujian.

Dipangido par-Psalmen di turpuk on, ima pangaramotion songon mangaradoti simalolong [mata]. Simalolong ima bagian indra ni daging na mansai arga. Jala dipangido par-Psalmen dope asa digomgomi ibana songon ina ni manukna mangalinggomi anakna marhite habongna[8].

Di tingki Pandita pasahathon berkat, didok :"Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera" [Bil. 6: 24-26]
Bohi ni Debata ima sada lambang berkat. Molo boi mamereng Bohi ni Debata, sada berkat "na arga jala na so hasuhatan", jala patuduhon na jonok do hita tu Debata.

Pangaramotion ni Debata tu bangsoNa, ndang holan di tingki Padan na Robi, alai sahat do rodi hatiha Padan na Imbaru. Tarida doi tingki pardalanan ni apostel Paulus ujui di Eropah. Na didongani Debata ibana marhite Tondi Porbadia.

Hamuna dongan sahaporseaon, molo na jolo diramoti Debata hita, boado ia nuaeng? tong dope diramoti?

Adong 3  panindangion laho mangalusi sungkun-sungkun on: [1]Dpangke Debata do donganta laho paingothon hita tarlumobi di tingki adong sitaonon. Dihilala roham do i? [2] Di tingki ari na salpu sipata do ro arsak ni roha. Boi do alani dakdanak, keluarga, natoras, dohot na asing. Alai ternyata tolhas do hita sahat tu ombas on kan? [3] Sipata do hita dipangke Debata laho paingothon donganta. Sudena i Debata do na sai mandongani hita !

Sumber: Pdt. Dr. Raulina br. Siagian & Pdt. oineke Natalia Harefa SSi.
 




Wednesday, 24 December 2014

BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL

Warta Jemaat No. 51 - 21 Desember 2014                                                                                                                                             Untuk Kalangan sendiri


Bacaan Firman :
Lukas 1 : 26 - 28
26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
27. kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
28. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 

Perikop khotbah dalam minggu Advent IV ini, membahas "bagi Allah tidak ada yang mustahil" (ndang adong na so tarpatupa Debata), yang dikaitkan dengan kekuasaan Allah dimana Maria dikarunia seorang putra yaitu Yesus Kristus [Mat. 1:18]

Hal pokok dalam perkara itu ialah "berita baik" dan "keselamatan". Keduanya saling bertautan, laksana sebuah koin mempunyai dua sisi; jika salah satu tidak ada maka keduanya menjadi tidak berarti.

Ada 4 unsur yang akan dipaparkan, yaitu : kapan, dimana, siapa , bagaimana dan mengapa?. Sesungguhnya keempat unsur itu adalah kasih karunia yang diperoleh oleh Maria -seorang perempuan yang berasal dari Nazaret melalui pemberitahuan malaikat Gabriel dengan tunangannya Yusuf, meskipunbukan berstatus suami istri tetapi terproses oleh Roh Kudus melalui Iman.

Injil Lukas ditulis sekitar tahun 60 - 63 M, dialamatkan kepada Teofilus [Luk. 1:1,3; Kis 1:1]` Lukas adalah seorang dokter - petobat Yunani- satu satunya penulis Alkitab non Yahudi. Injil Lukas ini dialamatkan kepada Teofilus  yang ingin memberitakan bahwa Yesus adalah Juruslamat yang ilahi dan manusiawi. kandungannya, menyangkut persoalan iman tentang kelahiran Yesus [1:26 - 31] dan juga Elisabeth sanaknya Maria yang disebut mandul itu telah 6 bulan mengandung [1:36]. itu makanya: "bagi Allah tidak ada yang mustahil" [1:37].

Persoalan iman bukan segampang membalikkan telapak tangan, sebagaimana juga Maria, meskipun dberitakan oleh malaikat Gabriel:Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya didalam hatinya, apa arti salam itu? [1:29]

Seorang anak bertanya : apa artinya iman pak?, lalu bapaknya membawanya ketempat yang tinggi dan mengatakan :lompatlah, engkau akan kutangkap; jangan takut! akan tetapi anaknya mengatakan : saya takut pak! . Begitupun, bapaknya tetap saja meyakinkannya , akhirnya anaknya berani melompat dan ditangkap oleh bapaknya dan selamat !.
Keberanian itu muncul karena hubungan emosional anak dengan bapak; diimaninya bahwa bapak tidak mungkin mencelakakan anaknya atau sebuas-buasnya harimau, tidak mungkin menerkam anaknya ! [Bagaiman dengan anda? percayakan dengan kelahiran Yesus Kristus?]

Sumber
Pdt. P. Saguntung SIP, MSi
Kantor Pusat GKPM, Nemnemleleu, Sikakap PUS, Mentawai Sumbar,
Khotbah Sekber United Evangelical Mission [UEM], ktr pusat HKBP Pearaja Tarutung
Pdt. Banner Siburian MTh, Prases HKBP Distrik-XXVII Kaltim-selatan


Tuesday, 16 December 2014

MENYAMPAIKAN INJIL KEPADA ORANG-ORANG SENGSARA

Warta Jemaat No. 50-14 Desember 2014                                                                                                                               Untuk Kalangan Sendiri

Bacaan Firman.:
Yesaya 61 : 1 - 4, 8 - 11


1. Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
2. untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
3. untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
4. Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
8. Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
9. Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
10. Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
 11. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa. 

Sebagaimana diketahui, setelah bangsa Israel kembali dari pembuangan Babel ke Yerusalem, kehidupan mereka tidaklah langsung berubah. Perikop ini mengandung hal kesaksian dan kabar baik. Apalagi situasi ekonomi dan politik tidak menentu ketika Koresy - yang mengijinkan mereka exodus - meninggal dunia. Para imam menyalahgunakan kedudukannya sehingga rakyat frustasi, bahkan diantaranya kembali menyembah berhala, hingga nabi Yesaya mengembalikan semangatnya untuk kembali taat kepada Tuhan.

Sebagai umat, bagaimanapun juga harus berkenan bersaksidan menyampaikan kabar baik, yang ditujukan kepada orang di sekitar kita, baik dengan orang yang belum mengenal Kristus maupun yang sudah, untuk memahami makna keselamatan.

Melalui teks kotbah ini, berita keselamatan itu dinyatakan Allah melalui perantaraan para nabi Yesaya.Kabar keselamatan itu dihubungkan dengan tahun Yobel. Karena melalui tahun Yobel itu, umat Tuhan mengenang, merayakan dan merasakan kembali kehangatan kasih dan kuasa Tuhan ketika membebaskan umatNya dari belenggu penderitaan.

Nabi Yesaya diurapi Tuhan menyampaikan kabar baik [ayat 1,9], yang nampak dari perkataan dan tindakannya. Itulah sebabnya, hendaknya Roh Tuhan untuk tidak kita padamkan, tetapi menyala, serta jangan menganggap remeh nubuatan [ 1 Tes 5:19-20]

Diingatkan bahwa Tuhan Yesus adalah pemenuhan dari semua berita keselamatan. Dia menyampaikan dan sekaligus pembawa kabar baik itu. Yesus adalah personified massage of salvation. Dialah berita keselamatan itu.!

Memang ada 3 ciri orang mendengar kotbah [1] seperti kanal air {bubusan}, yang masuk dari kiri keluar dari kanan [2] seperti saringan santan kelapa, yang airnya keluar kemudian tertinggal sampahnya [3] seperti menampi beras, yang akhirnya tertinggal beras yang diharapkan.

Jika kita terpanggil melanjutkan pengutusan Yesus, berita kabar baik itu agar disampaikan seturut dengan kehendaknya. Hal yang penting ialah agar tindakan serupa dengan apa yang diucapkan! kuasailah Firman dan beritakanlah, tetapi dalam urapan Roh Kudus.!

Sumber: Pdt. Juliver Lumbantobing M.Th. Pdt. Dr. M Frans Ladestam Sinaga


 

Monday, 3 November 2014

ALLAH TEMPAT PENGUNGSIAN

Warta Jemaat No. 44-2 November 2014                                                                                                                                         Untuk Kalangan Sendiri


Bacaan Firman:
Mazmur 43 : 1 - 5
1. Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang!
2. Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
3. Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
4. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
5. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! 


Thema nats ini menggambarkan bahwa umatNya memohon perlindungan atas ancaman dari orang yang tidak patuh kepada Allah di sekitarnya. Mereka merasa diungsikan/dibuang, namun sesungguhnya Allah adalah tempat mengadu dan tempat mengungsi.
 Seturut dengan itu, dalam perikop ini ada 3 kebutuhan yang diserukan oleh pemazmur kepada Allah :[1] keadilan, [2]perjuangan perkara, [3] minta perlindungan atas orang yang menipu dan orang yang curang kepada mereka! (Maz:42:1).

Sebagaimana dalam epistel minggu hari ini, Timoteus mengungkapkan bahwa jemaat Tesalonika meskipun solid namun tertindas. Pemazmur melihat sepertinya Allah tidak memihak kepada umat yang benar; yang dalam realita hidup sekarang ini, atau Allah justru memberkati orang yang tidak berlaku adil sementara yang berbuat baik, memperoleh hidup yang tidak sejahtera, sedang yang perilakunya tidak benar diberkati oleh Allah. selain itu, umat terancam dari orang yang tidak saleh, sehingga perlu disertai, dilindungi dan diluputkan !.

Tak ada kata lain, bahwa Allah adalah tempat mengadu, tempat berlindung, dan ataupun tempat pengungsian. Karenanya anggapan pemazmur bahwa umatnya dibuang , sesungguhnya Allah adalah tempat pengungsian. (Tempat pengungsian adalah zona aman dari marabahaya).

Ketidakadilan dilingkungan keluarga bahkan negara, bisa saja terjadi mulai dari hal yang kecil bahkan hal yang besar. Sadar atau tidak, sesungguhnya Allah membawa kita kejalan yang benar, sehingga kita tidak terkontaminasi dari penipuan atau kecurangan orang. Kita tidak boleh kalah oleh penderitaan yang kita alami, karena Yesus pun mengalami penderitaan di kayu salib [1 Petr 2: 21-25]. Dengan demikian, maka kita dengan sukacita dapat senantiasa memuji dan memuliakan Tuhan.

Umat Tuhan diingatkan agar senantiasa jangan takut dan jangan gelisah,serta tetap hidup didalam jalan Tuhan. Dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, pasti akan ada pertolongan dan kemenangan .sebab Allah adalah penguasa dunia dan sorga !.

Sumber: Pdt. Erde Berutu STh & Pdt. Dr. Binsar J. Pakpahan

Tuesday, 23 September 2014

ALLAH MENGASIHI SEMUA BANGSA

Warta Jemaat No. 38-21 September 2014                                                                                                                                 Untuk Kalangan sendiri

Bacaan Firman : Yunus 2 : 10, 4 : 1 - 11
10. Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya. 
1. Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
2. Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
3. Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
4. Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
5. Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
6. Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
7. Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
8. Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
9. Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
10. Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
11. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?" 


Kotbah minggu ini, masih terkait dengan minggu lalu, yang membahas masalah petobatan; bertolak dari karakter Niniwe, yang berdiam di daerah Asyur. Mereka adalah keturunan Nuh, Ham, Kush hingga Nimrod [Kej 10: 6-8]. Sekalipun populasinya  + 120.000 orang, tetapi orangnya sangat jahat dan sadis; yang jika misalnya seorang raja tertangkap, maka raja itu akan dikulitinya ! sadis bukan?.

Nimrod adalah orang yang pertama berkuasa di dunia ini [Kej 10:9]. semula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad; semuanya ditanah Sinear [Kej 10:10], kemudian mendirikan Niniwe di Asyur [Kej 10:11].
Agar orang Niniwe bertobat, Allah menutus Yunus untuk menyadarkan mereka; yang jika tidak bertobat, akan memusnahkannya paling lama 40 hari terhitung setelah Yunus memasuki kota itu [Yun 3:4]. Akan tetapisetelah nabi Yunus tiba dan menyampaikan peringatan Allah, orang Niniwe mempercayainya, hingga semua rakyat bahkan raja mengenakan kain kabung dan bertobat.
Marah kepada Tuhan [Yun 4:1-4]? kemarahan Yunus kepada Tuhan, karena 40 hari telah terlampaui, namun Tuhan belum memusnahkan Niniwe, Disamping itu [1] Yunus senang menghakimi orang bersalah, sedang Tuhan mengasihinya. [2] Yunus iba kepada dirinya sendiri, sedang Tuhan kepada orang lain. [3] Yunus iba terhadap tanaman  yang bukan ditanam dan dipeliharanya, sedangkan Tuhan iba terhadap yang diciptakanNya !.

Pertobatan orang Niniwe telah membuat Allah membatalkan rencanaNya hingga menyesali rancangan-Nya [Yun 3:10]. Pertobatan bukan hanya dengan ungkapan tetapi juga dengan perbuatan.
Perikop ini mengingatkan kita :{1} Dendan adalah sikap yang patut kita hindarkan. {2} Kemarahan kepada Tuhan sangatlah tidak beralasan karena rencana manusia diluar rencana Tuhan. {3} Bermurah hatilah kepada semua orang sebagaimana Tuhan bermurah hati. {4} Tuhan menghendaki agar kita bertobat. {5} Hiduplah dengan memikirkan juga orang lain; jangan egois sebagaimana Yunus. {6} Kasihilah segala yang dikasihi oleh Allah !.

Jika orang Niniwe sangat jahat dan sadis, Yesus berkata: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya engkau [Mat 5:44]

Sumber : Pdt. Ramli S. N. Harahap. GKPA
 

Tuesday, 16 September 2014

JANGAN MENGHAKIMI, TETAPI MENGASIHI!

Warta Jemaat No.37_ 14 September 2014                                                                                                                                 Untuk Kalangan Sendiri


Bacaan Firman : 
Roma 14 : 1 - 12
Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu. Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri.  Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah."Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.


Perbedaan iman seseorang dengan lainnya, sungguh banyak dipengaruhi oleh lingkungan, interaksi sosial, budaya ataupun lainnrya. Itulah yang terjadi sehari-hari. Akan tetapi berbeda dengan iman yang dimiliki oleh Abram sehingga ia dijuluki bapak orang beriman. Orang yang beriman adalah orang yang "mempercayai sekalipun bertentangan dengan logika manusia". Dengan imannya yang teguh, perintah Allah dipatuhi Abram meninggalkan negerinya sekalipun belum jelas negeri tujuan [kej. 12:1], Abram mempersembahkan anaknya Ishak menjadi korban bakaran [Kej.22:2] dan sebagainya
Perbedaan paradigma tersebut, telah berdampak perseteruan di Jemaat Roma. Diantaranya berpendapat bahwa makan daging adalah dosa dan juga jika tidak merayakan hari suci di lingkungan bangsa Yahudi adalah dosa! Bahkan orang Yahudi melarang memakan yang tidak bersirip dan tidak bersisik [Im. 11:12], darah [Im. 17:12], ragi [Kel.12:19].

Rasul Paulus mengingatkan orang-orang percaya di Roma tersebut agar menghentikan perdebatan persoalan makanan, termasuk persoalan makanan yang berdarah; karena tidak substansial. Sebaliknya , Yesus mengatakan:"bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang [Mat 15:10-11, 17-20]". Disamping itu, semua hari-hari adalah baik sebaliknya yang salah adalah bagaimana memanfaatkannya. Jadi kita tidak sependapat menolak hari-hari tertentu.

Dalam perikop ini, tiga ayat yang pertama adalah pemahaman tentang perintah Tuhan, sedangkan sembilan ayat berikutnya adalah alasan agar jangan saling menghakimi diantara sesama !.Rasul Paulus mengingatkan, bahwa menghakimi orang lain, sama halnya pembenaran diri sendiri, sementara status kita dihadapanNya adalah sama; sama-sama dihakimi, jadi tidak ada yang superior. Lagi pula, tidak seorang pun hidup dan mati untuk dirinya sendiri [Rom 14: 7-8], tetapi setiap orang justru bertanggung jawab dihadapanNya [Rom 14:12]. 
Seturut untuk tidak saling menghakimi, adalah indikasi orang yang beriman sebagaimana Abram dan juga bagian implementasi kasih.
Perikop ini menganjurkan, menangani masalah agar tidak berlarut-larut, selesaikanlah dengan cara membudayakan selalu bertanya dan mengkonfirmasikannya terlebih dahulu.

Penulis : Pdt. R.H. Lumbantobing S.Th, MA (Pendeta Resort Khusus GKPI Rawalumbu Bekasi)

Tuesday, 26 August 2014

DIPAIMBARU HAMUBAON NI PINGKIRAN

Warta Jemaat No. 34-24 Agustus 2014                                                                                                                                   Untuk Kalangan Sendiri


Bacaan Firman:
Roma 12 : 1 - 8
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati.  Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. 

Dipatupa Apostel Paulus surat on tu huria Rom, ala hatiha i ndang tingkos pamuji-mujion tu Debata dohot alani pangalaho na bersifat egois. Alani i gabe dipaingot Apostel Paulus ma huria i, didok; pasangap hamu ma Debata marhite-hite dagingmuna dohot marhite-hite tondimuna; ai Debata do nampuna i [1 Kor 6:20]

Pangantusion ni halak Batak, adong do dua bagian hajolma-on, ima daging {soma} dohot tondi {jiwa); nidokna dichotomy, marhite i do, umbahen adong hata ni natua-tua, molo tung pe manarita daging muna, unang ma dohot tondi muna! Alai pangantuion ni bangso Gorik [Yunani] adong do tolu, ima nidokna trichotomy: daging {soma}, jiwa {psyche} dohot roh {pneuma}. Jadi pangantusion ni daging ndang holan sibuk {sarx}. Daging i, ima inganan ni sude hadirion ni manisia. Di daging i ma mian : hagiot, hosa, roha dohot pingkiran. Ido umbahen didok Jesus : Sihaholonganmu do Tuhan Debatam sian nasa ate-atem, sian nasa hosam dohot sian nasa roham ! [Mat 22:37]

Disosohon Apostel Paulus muse, asa unang sarombang [sadalan] hita dohot portibion on. Ndada holan asa holang hita dohot portibi on, alai na hut do pasidinghon hagiot ni portibi on. Ndang holan asa tundal dohot portibi on, alai naeng do hasogohon hagiot ni portibi. Jala ndang holan asa alo roha tu na jahat, alai na hut do ulahonon na denggan. Mardomu tu pangantusion hajolmaon ni halak Batak dohot bangso Yunani, hamubaon ni roha dimulai sian hamubaon ni pingkiran [paragidma=cara pandang] na tarida sian pambahenan; jadi porlu perubahan paradigma !

Jala diondolhon Apostel Paulus, mangula ma hita dibagasan silehon-lehon na tajalo[talenta], molo pangajari hita, tapangke ma talenta i mangajari. Molo parende do hita, ringgas ma hita mar-ari Kamis, asa tapuji Debata jala taendehon barita na uli laho pararathon hamulion-Na.

Diondolhon turpuk on, haserepon dohot holong ni roha; ima songon pelean na mangolu, unang diela-ela portibi on hita asa unang rumar parsombaonta tu Debata. Godang do tajalo pasu-pasu sian Debata dalan mangulahon lomo ni rohaNa. Dibohali Debata do hita patoguhon haporseaonta tu Ibana, marhite ragam ni hatuaon na tajalo sian Ibana. Di hurianta GKPI, "sadama' hita, lumobi manghalashon na mar JUBILEUM 50 Taon di tano on.

Sumber: Pdt. Dian Hutabarat STh & Pdt. Darwin Lumbantobing